Abu Bakar Penyuap Gubernur Kepri Ternyata Seorang Nelayan Biasa

Abu Bakar Penyuap Gubernur Kepri Ternyata Seorang Nelayan Biasa

Abu Bakar, pria yang diduga menyuap Gubernur Kepri Nurdin Basirun (Foto: Ist/Batamnews)

Batam - Kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepri Nurdin Basirun masih misteri. KPK belum secara gamblang membuka kronologis kejadian pemainan izin reklamasi ini. Terutama soal pihak swasta yang menyuap Ketua DPW NasDem Kepulauan Riau tersebut. 

Dari kronologis yang disampaikan KPK, Nurdin diduga menerima uang suap dari Abu Bakar (ABK) total sekitar Rp 156 juta. Hanya saja KPK menyebutkan ABK tersebut hanya seorang swasta. Publik pun bertanya siapa sosok Abu Bakar itu sebenarnya?

Sebelumnya tertulis beredar rumor pria bernama Abu Bakar yang ikut ditangkap KPK adalah Kepala Dinas PUPR Provinsi Kepri. Belakangan diketahui ternyata bukan.

Hasil penelusuran Batamnews menemukan hasil mengejutkan. Diduga pria tersebut adalah seorang nelayan. Ia merupakan orang biasa. Kuat dugaan ia hanya orang suruhan atau orang yang dipasang dalam mengurus izin dan memberikan suap tersebut.

Baca juga: Sosok Penyuap Gubernur Kepri di Mata Anggota DPRD Kepri

Sumber yang ditemui Batamnews mengungkapkan kalau Abu Bakar adalah warga Pulau Panjang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pria tersebut aktif di Forum Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bina Batam Madani (MBM) Kota Batam. Di sana ia pernah menjadi ketuanya. Forum berada di bawah pembinaan Dinas Kelauan dan Perikanan Kota Batam.

Abu Bakar menjadi ketua FKUB MBM periode 2012-2014. Ia merupakan Ketua pertama sejak forum tersebut dibentuk DKP Kota Batam.

Batamnews.co.id, mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas KP2K Kota Batam, Husnaini. Kepala dinas yang biasa disapa Ning ini tidak membantah kalau pengurus FKUM MBM Kota Batam salah satunya Abu Bakar. 

"Memang ada Abu Bakar di forum itu," kata Ning. 

Namun ia tidak bisa memastikan apakah yang ditangkap KPK dan melakukan suap kepada Nurdin Basirun adalah Abu Bakar yang ia maksud. Ning mengaku sudah mengubungi Abu Bakar tetapi nomornya tidak aktif. 

"Saya pastikan dulu, saya mau nanya itu," katanya. 

Husnaini juga akan mencoba memastikan informasi tersebut. Ia sempat mendapat kabar mengenai nama Abu Bakar sejak pagi tadi. Namun, sampai saat ini belum ada yang membenarkan. 

Baca juga: Isdianto Yakin Pemerintahan Tetap Jalan Tanpa Nurdin Basirun

"Saya akan tanya ketua forum yang sekarang dulu, nanti baru dikonfirmasi lagi," kata Husnaini melalui sambungan telepon kepada Batamnews.co.id, Jumat (12/7/2019). 

Ketua FKUM MBM Kota Batam Mansar menduga Abu Bakar yang ditangkap KPK adalah mantan ketuanya. "Menurut informasi dan ketika ditelpon tidak diangkat, menurut saya memang beliau itu," kata dia. 

Mansar mengatakan, selama ini Abu Bakar hanya nelayan biasa. Namun akhir-akhir ini Abu Bakar jarang dijumpai oleh Mansar. 

"Saya lihat di TV, rasanya seperti Abu, tetapi saya tidak yakin, tetapi banyak yang telepon saya," kata Mansar menceritakan kepada Batamnews. 

Ia melanjutkan, biasanya Abu Bakar ketika diteleponnya selalu mengangkat. Namun, sejak kasus tersebut nomor Abu Bakar tidak aktif lagi. 

"Kawan-kawan nelayan lain juga menduga itu Abu Bakar, tetapi ini belum pasti ya," kata Mansar. 

Baca juga: Status Facebook Bang Den Nurdin: Saya Mohon Maaf..

Mansar mengatakan, meskipun terbilang dekat dengan mantan ketuanya itu, Abu Bakar tidak pernah bercerita terkait reklamasi Tanjung Piayu yang menjadi sorotan KPK. "Selama ini tidak ada," kata dia. 

Menurut Mansar meskipun itu adalah Abu Bakar ia yakin dia hanya perpanjangan tangan pengusaha. "Beliau orang biasa saja," katanya. 

Mansar tidak mengetahui pengusaha yang dekat dengan Abu Bakar. Tetapi Abu terkenal banyak memiliki jaringan, pergaulannya juga luas meskipun hanya seorang nelayan. 

Selain sebagai mantan FKUB MBM Abu Bakar juga salah satu pengerak LSM Gabungan Pemuda Rempang Galang (Gerbang). 

Bebarapa informan Batamnews.co.id, menyebutkan Abu Bakar memang dekat dengan beberapa pengusaha reklamasi di Kota Batam. Beberapa tempat memang sudah menjadi lokasi reklamasi pengusaha yang ia bantu urus tersebut. 

Baca juga: Siapa Abu Bakar Penyuap Gubernur Kepri, Benarkah Ini Jebakan?

Seorang sumber Batamnews lainnya juga mengungkapkan hal serupa. "Saya tahu betul itu dia (Abu Bakar). Itu orang susah. Enggak mungkin dia yang suap. Dia paling ngantar duit saja," ujar pria yang juga seorang politisi tersebut.

Menurutnya, ia cukup kenal dengan Abu Bakar. "Anaknya banyak dan orang susah," ujar dia. Menurutnya, Abu Bakar bukan sosok pengusaha besar apalagi terkenal.

Dia meyakini bahwa itu Abu Bakar setelah melihat wajah Abu Bakar di televisi. "Waktu digiring dia berada di belakang gubernur," ujarnya.

(tan)