https://www.batamnews.co.id

Harga Tiket Pesawat dan Sayur Mayur Sumbang Inflasi Kepri Mei 2019

Ilustrasi.

Batam - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 1,01 persen (mtm). Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2019 dengan inflasi sebesar 0,18 persen (mtm). 

Selain itu IHK Kepri juga lebih tinggi dibandingkan IHK nasional pada Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,68 persen," ujar Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Kepri, Fajar Majardi pada siaran persnya, Selasa (11/6/2019). 

Secara tahunan, IHK Kepri Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 4,08 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2019 dengan inflasi sebesar 3,2 persen (yoy) maupun IHK Nasional pada Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 3,32 persen (yoy). 

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri hingga Mei 2019 telah mencapai 1,51 persen," katanya. 

Fajar menyebutkan inflasi Kepri bersumber dari kenaikan harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok tranportasi. 

Masing-masing tercatat mengalami inflasi sebesar 3,22 persen (mtm) dengan andil 0,71 (mtm) dan kelompok transportasi sebesar 1,00 persen (mtm) dengan andil 0,21 persen (mtm).  

"Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok bahan makanan adalah kacang panjang, bayam dan cabai merah," katanya. 

Kenaikan harga kacang panjang dan bayam disebabkan penurunan pasokan karena pengaruh curah hujan tinggi. Sedangkan kenaikan harga cabai merah dipengaruhi tingginya biaya kargo serta kenaikan harga di sentra penghasil seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kenaikan rata-rata harga cabai merah 23,07 persen (mtm) pada Mei 2019. 

"Kenaikan harga cabai merah juga terjadi di Sumatera Utara dengan kenaikan sebesar 27,55 persen (mtm). Dari kelompok transportasi, inflasi disumbang tarif angkutan udara yang mengalami inflasi 4,10 persen (mtm) dengan andil 0,13 persen," sebutnya. 

Secara spasial, Batam dan Tanjungpinang mengalami inflasi. Batam tercatat mengalami inflasi sebesar 1,03 persen (mtm) atau 4,23 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,18 (mtm) atau 3,28 persen (yoy). 

Sedangkan Tanjungpinang mencatatkan inflasi sebesar 0,89 persen (mtm) atau 3,12 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm) atau 2,73 persen (yoy). 

"Komoditas utama penyumbang inflasi di Batam adalah tarif angkutan udara,  kacang panjang, bayam dan cabe merah sementara Tanjungpinang didorong komoditas cabai merah dan bayam," ucapnya. 

(ret)