Penyelundupan Makin Ramai Jelang Lebaran, BC Batam: Biasanya Minuman dan Sabu

Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata.

Batam - Kawasan bandara dan pelabuhan menjadi fokus pengawasan Bea Cukai Batam untuk mengantisipasi tindak penyelundupan jelang masa puncak Ramadan.

Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, mengatakan tindakan ini disebutnya mitigasi sebagai langkah awal agar hal tersebut tidak sampai terjadi di pelabuhan dan bandara di Batam. 

"Kita sebut ini mitigasi, bagaimana ini bisa dicegah dari awal, oleh karena itu kita akan bekerjasama dengan aparat terkait untuk mengantisipasi," kata Susila, Kamis (16/5/2019). 

Menurut Susila, barang selundupan yang biasanya banyak ditemui menjelang lebaran adalah minuman dan narkotika jenis sabu. 

"Jangankan peak season, saat ini saja di bulan Ramadan sudah ada temuan barang selundupan," ungkapnya. 

Langkah-langkah yang akan dilakukan Bea Cukai Batam dalam memperketat pengawasan dan mitigasi, adalah dengan memperkuat koordinasi antarlembaga yang bertanggung jawab terhadap jalur keluar masuk Kota Batam. 

"Kita kuatkan koordinasi dengan instansi yang lain terkait mengantisipasi agar tidak ada pelanggaran dan pegelolaan instansi yang mengelola. Kita juga koordinasi dengan bagian pelabuhan masing-masing untuk ferry dan KM Kelud," ujar Susila.

Selain antisipasi dengan memperketat pengawasan, Bea cukai bersama Polda Kepri, nantinya juga akan membuat rekayasa alur mudik lancar. Jika dari pencegahan ini masih ditemukan pelanggaran di lapangan akan ada tindakan tegas dari Bea Cukai Batam. 

"Jika sampai terjadi kita akan melakukan penindakan sesuai kewenangan kita. Kalau itu di luar kewenangan bea cukai, kami akan melibatkan pihak lainnya. Misalnya ada orang membawa barang karantina ya kita libatkan orang karantina," pungkasnya. 

(das)