Orangtua Kaget Jenazah Aqila Tertinggal, Lion Air: Sudah Sesuai SOP

Orangtua Kaget Jenazah Aqila Tertinggal, Lion Air: Sudah Sesuai SOP

Lion Air (Foto: Wikipedia)

Batam - Pihak Maskapai Lion Air membantah menelantarkan jenazah Aqila, pasien kanker mata RS Cipto Mangunkusumo. Pihak Lion menyatakan hal tersebut sudah sesuai standar operasional.

Sebuah informasi mengenai tertinggalnya jenazah Aqila sempat viral. Pasalnya, orangtua Aqila, Jufri, sempat shock karena tak berbarengan tiba dengan jenazah Aqila.

Jenazah itu dikirim dari Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng, Jakarta, dengan menggunakan pesawat Lion Air, Selasa (14/5/2019). Namun orangtua Aqila ternyata kaget setelah sampai di Batam, jenazah anaknya tersebut belum sampai. Kerabat Jufri kemudian memposting cerita tersebut di media sosial.

Corporate Communication Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prongantoro manyampaikan melalui surat pernyataan bahwa sudah dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur serta prinsip penerimaan kargo HUM (Human Remains) pada penerbangan rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) pada Selasa (14/ 5/2019).

Danang menjelaskan, berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB. 

Sedangkan penerbangan HUM tujuan Batam telah dipersiapkan sesuai nomor surat muatan udara (SMU) 20197170 dengan booking code menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 pukul 16.54 WIB yang dijadwalkan tiba pada 18.10 WIB.

“Dari informasi yang diterima oleh petugas Lion Air, tidak ada pemberitahuan dari pihak ketiga sebagai pengurus mengenai perbedaan reservasi HUM dengan pendamping,” ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Danang melanjutkan, petugas Lion Air mengetahui terdapat perbedaan reservasi nomor penerbangan. Namun, HUM tidak dapat dipindahkan ke kargo pesawat Lion Air dikarenakan JT-378 sudah final atau siap diberangkatkan.

“Sebagai informasi, sebelum HUM masuk ke acceptance desk, petugas di bandar udara keberangkatan yakni Soekarno-Hatta telah memastikan mengenai aktual sesuai reservasi (pembelian tiket penumpang dan kargo). Prosedur ini bertujuan menentukan ruang kargo, jadwal keberangkatan, nomor penerbangan serta kemasan harus sesuai syarat pengangkutan jenazah melalui angkutan udara,” ucap Danang.

Lanjut Danang, pihak Lion Air sudah memberikan keterangan kepada pihak keluarga atas perbedaan waktu kedatangan di Batam.

“Lion Air menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang timbul,” kata Danang.

Lion Air saat ini masih mengumpulkan data, informasi dan keterangan lain mengenai perkembangan pemberitaan dan dari berbagai pihak yang terlibat guna dipelajari lebih lanjut.

Saat berangkat, orangtua dari Aqila sudah mengantar jenazah ke kargo bandara. Kemudian memastikan akan berangkat ke Batam.

Tertinggal

Awalnya orangtua Aqila, Jufri, sudah memastikan, jenazah anaknya ikut dengan pesawat tersebut. Namun sesampai di Batam ternyata tidak, Jufri pun shock. Sebab, saat menunggu, jenazah anaknya, tidak ada.

"Sampai di Batam, jenazah tidak ada. Saat dicek pada maskapainya, menyebut tidak tahu dan tidak ada jenazah yang dibawa," kata Dedi Azwandi, salah satu kerabat.

Untuk proses penerbangan, keluarga telah membayar untuk keberangkatan jenazah Aqila sebesar Rp 10.500.000. Namun, mereka mereka merasa dikecewakan oleh pihak maskapai.

Sempat terjadi ketegangan di Bandara Hang Nadim. Kemudian, jenazah Aqila diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 16.00 lewat.

(ude)

Komentar Via Facebook :