Puluhan Jurnalis Kepri Antusias Ikuti Materi Investigasi Bersama Tempo

Puluhan Jurnalis Kepri Antusias Ikuti Materi Investigasi Bersama Tempo

Foto: Tutus/Batamnews

Batam - Puluhan jurnalis dari berbagai media di Kepri, mengikuti program yang digelar Kelompok Tempo Media, di Politeknik Negeri Batam. Jumat (3/5/2019). 

Acara ini merupakan acara tahunan ke empat yang digelar Tempo Group dengan program Investigasi Bersama Tempo (IBT).  

Dimana dalam program ini, Tempo membuka kesempatan kepada peserta untuk bergabung Fellowship dalam Investigasi Bersama Tempo. 

"Program ini merupakan program dimana nantinya peserta terpilih akan mengadakan investigasi bersama dengan Tempo," kata Koordinator Program, Sopril Amir, 

Setiap peserta nantinya akan mengajukan proposal liputan investigasi, dimana liputan yang terpilih akan didukung penuh oleh Tempo selama proses peliputan. 

Investigasi Bersama Tempo digelar ke daerah-daerah, mengingat produk investigasi merupakan produk mahal yang membutuhkan waktu lama dengan risiko ancaman yang tinggi. 

"Nanti Tempo akan mendukung segala kebutuhan liputan, yang sulit dijangkau wartawan terpilih, seperti misalnya kebutuhan labor maupun data Nasional," ujarnya. 

Di sini wartawan terpilih juga akan dibimbing oleh wartawan senior dari Tempo selama proses peliputan empat bulan. 

"Namanya kan Investigasi Bersama, jadi ini seperti kerjasama Tempo dengan media lain, dimana yang akan melakukan investigasi ini bukan hanya wartawannya saja tetapi Tempo juga akan berkontribusi di sana," ucapnya

Menurut Zamzami A Karim, program ini merupakan program yang baik, dan seharusnya diikuti oleh semua wartawan di Kepri. 

"Program ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas berita wartawan. Karena program ini sangat menantang wartawan untuk menampilkan data berkualitas, dan  tidak hanya mengungkapkan fakta di pernukaan saja," jelas dosen Stisipol Raja Ali Haji ini. 

Letak geografis Kepri yang berada di perbatasan, dinilai Zamzami menjadi lahan empuk untuk semua pihak berebut peran terhadap proses pembangunannya, baik secara legal maupun ilegal. 

Hal ini menuntut wartawan yang berada di perbatasan untuk memiliki kemampuan reportase yang tajam untuk mengungkapkan hal-hal yang tertutup rapi dalam transaksi yang berjalan di Kepri. Sehingga, marwah jurnalis akan tetap terjaga.

"Dalam karir panjang wartawan, yang akan dilihat itu adalah karya jurnalistiknya yang mampu mengubah kebijakan publik, sehingga kepercayaan masyarakat kepada jurnalis akan kembali," pungkasnya

Tahun ini Batam beruntung menjadi salah satu kota terpilih untuk penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan investigasi ini. 

Program  ini  merupakan  inisiasi  bersama  antara  Tempo  Institute  dan  Free  Press  Unlimited (FPU) dari  Belanda yang  memiliki  perhatian  besar  pada  isu  kebebasan pers dan  profesionalisme  jurnalis.  

Didukung oleh Free Press, ICW, LBH Press, Migrant Care, Yauriga. Green Peace, Yayasan Indonesia Cerah, Seknas Fitra, Kemitraan Partnership dan AJI Indonesia.

(das)