Review Film

Avengers: End-Game, Akhir dari Sebuah Ending

Avengers: Endgame

Batam - Sekuel Avengers: Endgame menciptakan fenomena tersendiri di era post-modernism ini. Di jagad dunia maya, seperti Twitter, film ini banyak diperbincangkan dan menjadi trending topik dunia (world trending topic).

Bagi para pencinta film Marvel, film ini pasti akan sangat ditunggu, karena digandang-gadang akan menjadi akhir dari 22 sekuel Marvel yang pernah tayang sebelumnya.

Di beberapa kota di Indonesia, film ini bahkan diputar selama 24 jam. Hal ini menunjukkan antusiasiasme dari para penggemar, dan bahkan di Kota Batam juga sama, selama masa awal penayangan terlihat antusiasme yang sangat tinggi, terbukti dengan selalu sold-outnya semua tiket dalam dua hari ini di beberapa bioskop.

Seperti di Studio XXI Nagoya Hill, Batam, di hari pertama Film tersebut diputar, Rabu (25/4/2019). Bioskop terlihat padat, pengunjung terlihat membludak memadati area bioskop menunggu penayangan.

Seat studio penuh, dan beberapa orang terlihat mempersiapkan cemilan, sudah pasti, karena film tersebut berdurasi 3 jam 1 menit.

"Iya mas, dari pada nanti ke luar studio lagi beli cemilan, bagusnya disediain dulu. Biar bisa fokus" ujar Sari salah seorang penonton.

Secara ringkas, film ini sangat menarik. Di menit-menit awal visual menampilkan adegan cukup menegangkan. Berlanjut dengan gelak tawa. Pun pada adegan tertentu, terlihat penonton bertepuk tangan, namun setelah itu kembali dibuat tegang dan tercengang.

Jika dihayati, beberapa scene juga akan mampu menciptakan kesedihan tersendiri. Apalagi seorang melankolis, kamu bisa saja akan meneteskan air mata. Tetapi tak perlu malu, suasana studio akan menyamarkan kesedihan.

Sebagai seorang penulis skenario, Christopher Markus dan Stephen McFeely terlihat berhasil mengaduk-aduk frekuensi emosi penonton. Jadi maklum saja akan banyak yang marah ketika spoiler mulai bertebaran.

Ringkasnya 'End Game' bercerita bagaimana akhir dari semua 'ending'. Digambarkan, pertempuran antar superhero Avengers melawan Thanos kembali berlangsung, kali ini mencapai titik puncaknya.

Petikan jari Thanos kembali terjadi di film yang menceritakan dendam membara. Sehingga film itu memaksa orang menonton meskipun di subuh hari.

Sekuel ini memaksa penonton kembali ke masa lalu. Tidak jarang penonton di sebelah anda akan bertanya-tanya tentang masa lalu tersebut. Terutama saat scene seorang superhero berucap "Kembali ke masa lalu, bukan berarti bisa merubah masa depan,".

Yogi Eka Sahputra


Berita Terkait