https://www.batamnews.co.id

Review Sexy Killers: Film untuk Jokowi dan Prabowo

Poster film Sexy Killers.

SATU persatu remaja paruh baya memasuki ruangan belajar Home Schooling Al-Kindi di Perumahan Kurnia Djaja Alam (KDA), Batam Center, Provinsi Kepri, pekan lalu. Layar infokus terpasang tepat di dinding ruangan berwarna putih.  

Orang-orang yang berdatangan berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, aktivis mahasiswa, buruh, PNS maupun masyarakat sekitar. 

Beberapa orang itu hadir bukan untuk mengikuti pelajaran homeschooling tetapi nonton berasama film dokumenter "Sexy Killers", sebuah film garapan Watchdoc Image. 

Acara nonton bareng itu digagas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Batam. Para penonton awal pemutaran film terlihat santai, dibuka dengan penjelasan nobar tersebut dilakukan. 

Lampu-lampu mulai dimatikan. Puluhan penonton mempersiapkan posisi duduk yang pas. Minuman kemasan pun dibagikan. 

Pemutaran film dimulai. Film dibuka dengan scane bulan madu dua orang suami istri di sebuah hotel. Kamar hotel dihiasi berbagai macam lampu penerang. 

Berangkat dari dalam kamar itu, melalui narasi dikatakan bahwa terciptanya listrik bukan seenak yang dilakukan dua pasangan sejoli tersebut.

Ruangan home schooling begitu senyap malam itu. Hanya suara narasi film dan dentuman pengerukan batu bara yang terdengar. 

Film ini menceritakan bagaimana terciptanya listrik yang bersumber dari batu bara beraroma oligarki yang sangat kental. Berdurasi 88 menit diungkapkan perjalanan batu bara dari hulu ke hilir serta dampak yang ditimbulkannya selama proses tersebut yang berakibat kepada masyarakat.

Apalagi dalam film diperlihatkan alur permainan bisnis tambang batu bara secara gamblang. Pada kondisi ini penonton lebih banyak mengeleng-gelengkan kepala bahkan tidak sedikit yang berujar tak percaya. 

Bisnis emas hitam itu alurnya dikuasai oleh nama-nama yang kini masuk dalam dua kubu pertarungan pemilihan presiden. Kubu Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi yang nasib mereka tergantung satu hari besok. 

Di dalam film tersebut dikatakan beberapa putusan perusahaan tambang selalu menang ketika digugat masyarakat setempat karena tidak ramah lingkungan. 

Namun, masyarakat selalu kalah dan beberapa orang juga di bui. Dalam cerita ini potongan beberapa detik video ditampilkan pengacara glamor Hotman Paris Hutapea. 

Di akhir film ditampilkan hancurnya salah satu PLTU yang menggunakan hasil tambang batu bara di Palu akibat tsunami dan kembali dibangun hari ini. 

Hingga pengujung film membuat penonton masih tidak percaya. Apalagi ketika digotongnya Novianti ke pemakaman setelah meninggal diduga akibat asap PLTU yang berasal dari tambang batu bara. 

Dalam nobar tersebut juga dihadirkan salah seroang kritikus film Kota Batam Slamet Widodo. Ia mengatakan, makna film tersebut sesuai dengan judul Sexy Killers. 

Sexy dianalogikan sebagai tambang yang menjadi rebutan para oligarki (pengusaha dan kaum elit). Namun, di satu sisi industri tambang membunuh (killer) banyak orang di sekitarnya.

 "Dari film tersebut diperlihatkan 30 lebih orang meninggal akibat bisnis tambang batu bara ini," kata pria yang akrab disapa Mas Dodo itu.

Film ini sudah bisa disaksikan di Youtube tepat sejak awal masa tenang pemilu. Bahkan sampai saat ini sudah tembus 7 juta penonton. 

Yogi Eka Sahputra