https://www.batamnews.co.id

Pengamanan Pemilu, Kapolres Karimun: Ambil Tindakan Tegas Jika Ada yang Membahayakan

Simulasi pengamanan pemilu di depan Mapolres Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun - Puluhan massa dari salah satu partai politik menyerang Kantor KPU karimun, memprotes dan menuntut penghitungan ulang kembali.

Kedatangan masa tersebut, merupakan bentuk protes terhadap dugaan kecurangan dalam perhitungan suara salah satu partai politik yang terjadi menurut seorang saksi di TPS.

Awalnya, hanya 6 orang mendatangi kantor KPU untuk menemui Ketua KPU Karimun. Namun, mereka dihadang petugas pengamanan dari pihak kepolisian.

Petugas pengamanan dari pihak kepolisian meminta kelompok massa tersebut untuk menyampaikan protes sesuai aturan.

Namun, masa terus berdatangan dan memaksa dengan melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan. Keamanan kantor KPU pun terancam seiring dengan semakin banyaknya massa yang berdatangan.

Melihat kondisi mulai memanas, pasukan Dalmas awal disiagakan untuk mengamankan aksi para pengunjuk rasa. Karena massa yang semakin mengganas, seluruh tim gabungan pengamanan dikerahkan untuk membubarkan masa yang mulai anarkis.

Mobil Water Canon dikerahkan untuk memukul mundur masa, namun tidak berarti. Akhirnya, tembakan gas air mata diarahkan ke kerumunan massa yang menyerang petugas.

Massa berhasil dibubarkan dan keamanan Kantor KPU tetap terjaga. Kegiatan tersebut merupakan skenario dalam Simulasi Sispam kota dalam rangka kesiapsiagaan Satwil menghadapi Situasi Kontijensi tahun 2019 di Polres Karimun.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menuturkan jajarannya bisa mengambil tindakan dalam prosesi pemilu jika memang diperlukan.

"Baik itu kontijensi sosial, bencana alam dan terorisme," ujar Hengky usai simulasi di Costal Area Karimun, Kamis (11/4/2019) pagi.

Dia menambahkan, pada pelaksanaan pemilu nanti, pihaknya juga akan meminta bantuan pengamanan pada TNI. Pengamanan diarahkan ke berbagai objek vital di Karimun.

"Kita bersama TNI juga akan melaksanakan pengamanan objek-objek vital. Tentu dibantu dengan 172 personel dari Polda Kepri khusus untuk membantu pengamanan di Kabupaten Karimun," ucapnya.

Hengky berharap, tidak ada kejadian-kejadian yang membuat pemilu tidak berjalan dengan lancar.

"Kita harapkan semua berjalan dengan lancar, seluruh masyarakat dan yang terlibat dalam pemilu bekerja sama untuk menjaga keamanan saat pemilu nanti," kata dia.

(aha)