Wonderful Indonesia Triangle-Cross Border Batam

ASPPI Eksplorasi Kearifan Bunda Tanah Melayu Lingga

ASPPI Eksplorasi Kearifan Bunda Tanah Melayu Lingga

Pemberian tanjak kepada wisatan oleh Kadisparbud Pemprov Kepri, Buralimar. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Sebagai Motherland Of Malay, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) memperkenalkan Kabupaten Lingga di Batam. ASPPI juga bertindak sebagai tour operator dalam dan luar negeri, dalam acara Triangle Tourism Travel Mart II yang digelar tadi malam di Travelodge Hotel Batam, Rabu (3/4/2019).

Dalam kesempatan itu, para tamu internasional tak hanya dikenalkan pariwisata Lingga, namun mereka yang beruntung diberi hadiah 6 tanjak kehormatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Kabupaten Lingga Raja Fahrurrazi mengatakan, Lingga memiliki potensi yang besar tidak hanya punya sejuta kekayaan alam yang masih perawan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang masih kental. Hal ini membuat Lingga layak menjadi representasi pariwisata di Kepri.

"Kita mengaharapkan mereka membuat paket tour mereka ke Lingga ini terutama untuk turis mancanegara. Jadi selain alternatif Batam dan Bintan itu, Lingga bisa menjadi alternatif lain untuk destinasi baru agar target 4 juta bisa tercapai,", katanya.

Selain menunjukkan kekayaan kesenian dan budaya, Raja juga membagikan tanjak kepada tamu undangan yang beruntung. Enam tanjak ini dibagikan melalui kuis pertanyaan juga dalam bentuk pemilihan tamu terpilih.

"Tanjak simbol kebesaran Melayu dan simbol budaya tertinggi. Tanjak dapat kita berikan kepada perwakilan satu daerah atau yang kita hormatilah. Ini sebagai souvenir, nah souvenir tanjak Melayu sebagai penghormatan kepada tamu-tamu kita," ucapnya.

Ketua DPW ASPPI Kepri, Irwandi Azhar mengatakan Lingga dipilih dalam acara Triangle kali ini karena saat ini Lingga sedang membutuhkan dukungan untuk untuk mengembangkan pariwisatanya yang memiliki potensi besar sebagai Bunda Tanah Melayu.

"Lingga sedanga berupaya keras untuk mengangkat pariwisatanya, dan kita bersama asosiasi lain sedang bekerja keras untuk men-support," sebut Irwandi.

ASPPI mendukung segi transportasi yang selama ini menjadi kendala. Saat ini ASPPI bekerjasama dengan Aspabri sedang bekerjasama untuk mendatangkan transportasi di sana.

"Saat ini Dinas Pariwisata Lingga sedang bekerjasama dengan Pelindo. Bagaimana Batam sebagai pintu masuk bisa menjadi transit dan cepat untuk menuju destinasi lain, seperti ke Lingga direncanakan bisa dicapai dalam waktu 1,5 - 2 jam," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Burhalimar mengatakan Lingga adalah salah satu daerah di Kepri yang memiliki potensi pariwisata besar. Potensi yang dimiliki Lingga dinilai tidak kalah dengan Bangka Belitung

"Sebenarnya Lingga kian maju dan lebih hebat dari Bangka Belitung, Kita berharap Lingga mampu menjadi daya tarik baru dalam pariwisata Kepri," katanya.

Menurutnya selama ini yang menjadi kendala Lingga adalah promosi dan aksesbilitas. Hanya saja untuk menunjang akses di Lingga Dinas Pariwisata tidak bisa bergerak begitu saja dan harus masuk APBD Provinsi.

"Sesuatu yang luar biasa karena Lingga itu Bunda Tanah Melayu atau Motherland of Malay. Sudah sewajarnya budaya asli Melayu yg ada di Lingga menjadi daya tarik untuk diangkat. Selama ini mungkin belum optimal dipromosikan," ujarnya.

(das)