Imbas Pemeliharaan Sumber Gas Conoco Philips

Mulai 23 Februari, Listrik di Batam Padam Bergilir Selama 7 Hari

Mulai 23 Februari, Listrik di Batam Padam Bergilir Selama 7 Hari

Ilustrasi.

Batam - Listrik di Batam akan padam secara bergilir mulai 23 Februari hingga 1 Maret 2019 mendatang. Pemadaman listrik ini merupakan imbas dari perbaikan sumber gas milik Conoco Philips.

Akibat perbaikan ini, pasokan gas dihentikan sementara dan kondisi ini berpengaruh terhadap keandalan listrik di Batam.

Vice President Public Relations PT Bright PLN Batam  Samsul Bahri mengatakan pembangkit listrik anak perusahaan PLN Persero itu 70 persennya menggunakan gas.

“Oleh karena itu memang cukup mempengaruhi karena sumber gas untuk pembangkit mengalami pemeliharaan,” ujar Samsul, Selasa (19/2/2019). 

Sebelum proses pemeliharaan sumur gas ini berlangsung, pihaknya sudah melakukan penghitungan. Bersama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), Bright PLN Batam akan memanfaatkan sisa gas di pipa. Dari nol BBTUD menjadi 14 BBTUD.

Namun tetap saja sisa gas ini juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan PLTG yang dioperasikan oleh PLN Batam.

Setiap hari, Bright PLN Batam membutuhkan gas sekitar 40 BBTUD, sedangkan sisa gas di pipa hanya 15 BBTUD. Akibatnya, suplai listrik mengalami defisit sebesar 140 mega watt. 

“Jadi mau tidak mau, kami terpaksa melakukan pemadaman,” katanya. 

Sementara, Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto mengatakan pemeliharaan sumur gas Conoco Philips memang dilakukan 7 tahun sekali. Terakhir kali pemeliharaan dilakukan pada tahun 2011 lalu. 

Pemeliharaan sumur gas ini merupakan pemeliharaan mayor sehingga mempengaruhi pasokan gas. Sedangkan jika pemeliharaan minor tidak mempengaruhi distribusi gas.

“Sebenarnya pada tahun 2018 lalu, mereka sudah memberitahukan untuk dilakukan pemeliharaan, namun kami minta tunda,” ujar Wendi. 

Akan tetapi penundaan pemeliharaan ini tidak bisa lagi, sehingga pada akhirnya bulan ini pemeliharaan sumur gas harus dilakukan. 

“Kalau tidak, yang ditakutkan pasokan gas ini nantinya menjadi tidak handal,” katanya. 

Ia menjelaskan tidak hanya Batam, beberapa daerah di Indonesia juga mengalami dampak yang sama, diantaranya Jawa Barat, Pekanbaru, Lampung dan Singapura. 

“Semua sama, gas dari sumur gas Grissik berhenti mengalir,” kata dia.

(ret)


Berita Terkait