Dua Hal Ini Perlu Jadi Perhatian Pemprov Kepri untuk Pulau Pekajang di Lingga

Dua Hal Ini Perlu Jadi Perhatian Pemprov Kepri untuk Pulau Pekajang di Lingga

Wakil Ketua I DPRD Lingga, Kamaruddin Ali (Foto:Ruzi/Batamnews)

Lingga - Pulau Pekajang di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), hingga kini masih terbilang terisolir. Selain berada jauh di wilayah perbatasan Provinsi Kepri dengan Bangka Belitung (Babel), pulau ini juga fakir jaringan telekomunikasi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Lingga, Kamaruddin Ali menilai, Pemprov Kepri harus memberikan perhatian penuh terhadap Pekajang. Terutama di bidang telekomunikasi dan pendidikan.

"Masyarakat Pekajang minta bangun SMA yang hanya tiga lokal saja, Pemprov sulit merealisasikan. Padahal mereka ingin putra dan putrinya yang tamat SMP itu tidak keluar dari pulau itu, karena untuk menjaga masyarakatnya," kata dia kepada Batamnews.co.id, belum lama ini.

Kamaruddin mengaku, jika usai tamat SMP anak-anak di Pekajang keluar dari pulau itu, otomatis penduduk akan berkurang. Sementara wilayah tersebut berada di lautan lepas yang tidak luput dari ancaman penjahat.

"Serangan penjahat, perampok bisa saja datang seketika. Kalau memang Kepri tidak punya perhatian besar terhadap daerah ini, suatu saat masyarakatnya bisa timbul apatis terhadap kebijakan pemprov," ujarnya.

Lanjut politisi senior Partai Golkar Kabupaten Lingga ini, masalah telekomunikasi yang selama ini juga diderita warga Pekajang, perlu menjadi perhatian serius. Pasalnya, akses telekomunikasi sudah menjadi hal vital.

"Kalau disana terjadi suatu hal yang sifatnya mendesak, kapan kita harus tau? Kalau ada perampok disana, bagaimana mereka mau menghubungi kita disini? Saya harap pemprov dapat mengambil kebijakan," tutur dia.

Sebelumnya, Pulau Pekajang atau gugusan Kepulauan Tujuh sempat disebut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan sebagai bagian dari wilayah mereka. Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh DPRD Lingga.

(ruz)

Komentar Via Facebook :