https://www.batamnews.co.id

Pernah Diguncang Gempa dan Tsunami, 4 Bangunan Kokoh Ini Tinggal Kenangan

Tsunami Palu (Foto: merdeka.com)

Batam - Wilayah Indonesia yang sebagian besar dikelilingi lautan membuat negara ini dikenal sebagai negara yang rawan bencana seperti gempa dan tsunami. Akibat gempa dan gelombang tsunami membuat wilayah tersebut rata dengan tanah. Bahkan bangunan yang kokoh berdiri tidak sanggup menahan goncangan gempa dan gelombang tsunami.

Seperti yang baru saja terjadi gempa dan tsunami terjadi di Sulawesi Tengah, membuat sebagian kota hancur. Tak terkecuali bangunan-bangunan yang menjadi icon dari kota tersebut.

Berikut ini adalah bangunan yang hancur akibat gempa dan tsunami di Indonesia:

1. Jembatan kuning Ponulele

Jembatan Ponulele atau jembatan kuning yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, ambruk akibat gempa 7,4 SR dan tsunami yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018. Sebelum roboh, jembatan yang menjadi ikon Kota Palu ini menjadi favorit warga hingga wisatawan mancanegara untuk mengabadikannya dalam gambar.

Namun keindahan jembatan berwarna kuning melengkung membentuk huruf M ini, tidak bisa lagi dinikmati. Saat ini hanya tersisa reruntuhan jembatan yang hancur karena gempa.

2. Hotel Roa-Roa

Gempa dan tsunami di Sulteng meninggalkan duka yang mendalam. Bangunan yang sebelumnya kokoh berdiri hancur akibat gempa. Salah satunya Hotel Roa-Roa yang berlantai delapan dan berada di Jalan Pattimura rata dengan tanah. Hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Menurut sejumlah orang yang ditemui di hotel yang roboh itu, banyak korban gempa yang berada dalam reruntuhan gedung hotel. Sampai sekarang Basarnas masih terus melakukan evakuasi terhadap korban yang diduga tertimbun bangunan hotel tersebut.

3. Kompleks Candi Prambanan hancur

Gempa 5,9 skala richter yang pernah mengguncang Kota Gudeg pada 2006 silam merobohkan sejumlah candi. Salah satu yang mengalami kerusakan terparah adalah Candi Prambanan. Salah satu candi di kompleks Candi Prambanan yang rusak parah adalah Candi Siwa rusak parah pada bagian dalamnya.

"Paling parah itu Prambanan karena Prambanan itu kerusakannya struktural dan pecah sedikit. Lalu kita melakukan pemugaran kembali sangat lama, bahkan terakhir Siwa itu sampai tahun 2014 jadi sudah selesai semua," kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Wahyu Astuti.

"Siwa itu mempunyai studi sendiri karena Siwa itu sangat retak sehingga para ahli berkumpul. Mulai teknik sipil, geologi, geologi tanah, waktu itu kita bagaimana kita solusi untuk Candi Siwa," sambung dia.

4. Gedung-gedung pemerintah Sumbar hancur

Akibat gempa berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Sumatera Barat 2009 lalu telah memporak-porandakan gedung pemerintahan di Padang Sumbar. Gedung rusak berat di antaranya kantor DPRD Sumbar dan Kantor Gubernur Sumbar.

Bukan hanya itu, beberapa hotel berbintang di Sumbar juga ambruk akibat gempa yakin hotel Bumi Minang, Ambacang, Mariani, Dipo, dan Nuansa.

(aiy)