Dilema Luis Milla, Dipecat atau Bertahan?
Luis Milla (Foto: Goal.com)
Luis Milla dalam dilema. Dua target PSSI gagal ia raih. Namun penampilan Timnas cukup ciamik di tangan Milla.
Timnas takluk di tangan dari Uni Emirat Arab (UAE) melalui drama adu penalti pada Jumat, 24 Agustus 2018.
Perjuangan Hansamu Yama cs terhenti di babak 16 besar. Pelatih Garuda Muda, Luis Milla kemudian menjadi sorotan publik Indonesia. Apalagi kalau bukan target yang lagi-lagi tidak tercapai.
Kegagalan pertama Luis Milla adalah gagal meraih juara di ajang SEA Games 2017 di mana Indonesia hanya bisa meraih medali perunggu.
Dan kali ini, target semifinal Asian Games 2018 yang tidak mampu direalisasikannya. Tentu nasib Luis Milla sebagai pelatih kepala dipertaruhkan.
Jika bicara realita dari terget, tentu Milla tidak punya jaminan akan bertahan apalagi menakar gajinya yang selangit, 20 miliar per tahun. Namun pembuktian skema permainan Tim Garuda Muda yang kian matang membuat pecinta sepakbola tanah air pasti tutup mata mengenai melesetnya target yang diembankan.
Khusus di Asian Games 2018, permainan Indonesia yang menawan membuat lawan-lawan ketar-ketir. Keluar sebagai juara Grup A, Indonesia kemudian mampu membuat tim peserta ketakutan. Hal ini diungkapkan oleh pelatih Taiwan, Pen Wushung yang saat itu takluk 0-4 dari Indonesia.
"Kami sudah bermain dengan sangat keras. Tapi, Indonesia benar-benar tim yang kuat dan lebih baik dari kami," kata Pen kepada wartawan.
(snw)
Komentar Via Facebook :