Wisata Belanja

Jadi Kawasan Wisata Belanja, Pertokoan di Nagoya Batam Akan Dipercantik

Salah satu pusat perbelanjaan di Nagoya Batam

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kawasan pertokoan di Nagoya, Batam, Kepri, memang sudah berusia berpuluh-puluh tahun. Tak heran, beberapa diantaranya sudah terlihat kumal dan terkesan tak terawat dengan baik.

Cat sejumlah gedung tampak sudah mengelupas dan tak cerah. Kawasan ini telah lama menjadi pusat perekonomian Batam.

Aktivitas ekonomi warga Batam hingga saat ini masih terpusat di wilayah Nagoya. Ini pula yang menjadi perhatian Wakil Wali Kota Batam Rudi. 

Rudi menilai pertokoan Nagoya serta Jodoh perlu mendapat perhatian khusus. Saat ini Nagoya tidak saja menjadi pusat ekonomi namun juga pusat wisata belanja. 

“Sejak tahun 80-an belum ada perubahan. Sekarang jalan sedang diperbaiki. Nantinya ruko akan diseragamkan, atau kalau tidak rukonya dicat kembali. Sehingga ada kebanggaan Batam untuk pariwisata kita,” kata Rudi, saat acara coffee morning di Pasar Penuin Kecamatan Lubukbaja, baru-baru ini.

Termasuk untuk menghindari kawasan Nagoya dan Jodoh mengalami kemacetan, membuka simpang jalan juga menjadi salah satu target. 

“Kita disebut kota metropolitan, untuk menuju itu harus kita ubah perlahan-lahan. Ini harus kerjasama Bapak Ibu dan kita semua,” ujar Rudi yang berencana maju sebagai bakal calon wali kota Batam ini.

Kesemrawutan Jodoh terlihat di pasar pagi atau pasar induk. Selain itu juga di Tos 3000 Jodoh. Kondisi sulit ditata sejak beberapa tahun lalu.

Pemerintah Kota Batam juga pernah menertibkan pasar pagi Tos 3000 namun tak berhasil. Begitu juga kawasan pasar induk Jodoh. 

Saat ini kawasan tersebut penuh dengan para pedagang buah yang berjualan hingga ke badan jalan.

“Pasar buah yang ada di pasar induk sering buat macet pagi-pagi. Kendaraan bongkar muat buah, angkot ngetem, becak jalan lawan arus. Akhirnya membuat macet. Kalau lewat situ orang pasti marah-marah, emosi karena macet,” kata seorang warga Lubuk Baja.

Menjawab hal tersebut, Wakil Walikota Batam, Rudi mengatakan bahwa pasar induk termasuk Jodoh Boulevard pengelolaannya tidak berada di Pemerintah Kota Batam. Termasuk dalam hal pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan jalan.

“Bapak Ibu pasti tahu ada historisnya, Pemko tak punya wewenang dalam rangka pengelolaan ini,” ujar Rudi.

 

[snw]

SHARE US :