Jumlah Kasus DBD Menurun di Bintan

Jumlah Kasus DBD Menurun di Bintan

Bupati Bintan, Apri Sujadi sedang menyapa warga yang sedang menjenguk di puskesmas. (

Bintan - Pelayanan kesehatan di 15 puskesmas dan RSUD Kijang terus ditingkatkan guna memenuhi permintaan masyarakat di 10 kecamatan.

Dalam pemberian pelayanan itu, tercatat dari Januari-Juli 2018, tim medis berhasil menangani 30 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Jumlah kasus tersebut menjadi bukti peningkatan pelayanan yang diberikan sebab berkurang 100 persen dibandingkan kasus yang terjadi pada tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dr. Gama Isnaeni saat dihubungi, Sabtu (28/7/2018) mengaku kasus DBD di tahun ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kami akan lebih tingkatkan pelayanan lagi agar beberapa bulan kedepan tidak ada penambahan kasus DBD. Mulai dari sosialisasi serta mengerahkan Tim Jumantik setiap kecamatan," ujarnya.

Kabid P2P Dinkes Bintan, dr Yosei Susanti membenarkan jika selama 7 bulan terkahir di Bintan hanya ada 30 penderita (kasus) DBD. Penderita ini telah mendapatkan pelayanan di 15 Puskesmas dan RSUD. 

"Dari 30 kasus tersebut, penderita DBD yang terbanyak terjadi pada bulan Mei. Yaitu sebanyak 8 kasus dengan rata-rata kasus terjadi di Kecamatan Bintan Timur dan Mantang," katanya.

Dibandingkan tahun 2016 dan tahun 2017 yang lalu, kata Yosei, jumlah kasus DBD di Bintan sangat jauh berkurang. Di antaranya pada 2016 total kasus DBD yang terjadi di Bintan sebanyak 361 kasus dan 2017 menurun sebanyak 98 kasus DBD. 

Sedangkan di 2018 dari Januari-Juli sudah 30 kasus yang berhasil ditangani dengan baik. Menurut dia, grafik penurunannya mencapai 100 persen lebih setiap tahunnya.

"Kalau Juli 2018 ini hanya terjadi 4 kasus DBD saja. Tapi sudah ditangani dengan baik oleh tim medis," ucapnya.


Fokus Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Dari awal menjabat sebagai Bupati Bintan, Apri Sujadi dan wakilnya Dalmasri Syam pada Februari 2016 lalu terus melakukan dobrakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. 

Hasilnya tercetuslah ide pelayanan kesehatan gratis untuk warga Bintan yang berada di 10 kecamatan. Warga bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara cuma-cuma itu dengan hanya menunjukan KTP dan KK bagi yang remaja dan Akte Kelahiran bagi anak-anak.

"Ini bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Pengobatan gratis ini juga diatur dalam Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 35 Tahun 2016 tentang pelayanan gratis kesehatan," ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi.

Khusus pelayanan kesehatan bagi penderita DBD di Bintan juga mendapatkan sorotan. Bahkan penanganan perkembangan nyamuk yang mengakibatkan penyakit tersebut gencar dilakukan.

"Saya merasa bersyukur bahwa grafik kasus penyakit DBD di Kabupaten Bintan terus mengalami penurunan yang signifikan," katanya.

Dia berkomitmen dan konsen untuk terus melakukan peningkatan kualitas di Bidang Kesehatan. Dia mengajak agar seluruh lapisan masyarakat bisa mewaspadai endemik DBD tersebut. 

Pemerintah juga terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program berobat gratis , mengoptimalkan jam pelayanan di puskesmas, serta secara door to door pelayanan kesehatan melalui program Posbindu Mobile.

"Mari kita tingkatkan giat gotong royong. Terutama melakukan gerakan menguras, menutup dan menimbun (3M)," katanya mengajak.

Selain itu, kata Apri, jika warga menderita atau menemukan seseorang kerabat atau tetanga yang bergejala panas tinggi atau demam tinggi, dan lainnya, segera cek dan berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

"Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Tetapi jika menderita segera berobat dan jangan dibiarkan. Karena DBD itu termasuk penyakit yang berbahaya," tutupnya. 

(adv)