Jurnalis Batamnews.co.id Raih Beasiswa dari WHO-AJI
Para penerima beasiswa liputan dari WHO-AJI (Foto: Istimewa)
Jakarta - Jurnalis Batamnews.co.id Yogi Eka Sahputra memperoleh beasiswa liputan dari Workshop Healt and Nutrition Journaslist Workshop "Imunisasi untuk Kesehatan," World Health Organization (WHO) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Jakarta, Minggu (23/7/2018) sore.
Ada enam jurnalis yang memperoleh beasiswa liputan dari 25 jurnalis dari seluruh Indonesia yang mengikuti workshop sejak Sabtu-Minggu 21-22 Juli 2018.
Para juri menilai liputan yang diusulkan para penerima beasiswa itu cukup bagus. Terutama untuk digarap di daerah masing-masing.
Dalam kesempatan itu dari Kementerian Kesehatan RI juga ikut memberikan materi termasuk dari WHO dan AJI.
Selain itu pada hari kedua workshop mendatangkan Grace, orang tua korban yang terkena dampak tidak imunisasi. Wanita bernama Grace itu menceritakan kondisi anaknya yang memiliki kelainan.
Enam peserta dipilih untuk mendapatkan beasiswa yang dinamakan dengan fellowship sekolah jurnalisme AJI kerja sama dengan WHO.
Enam peserta tersebut diantaranya Qodri Pratiwi dari Kabarpapua.com, Yogi Eka Sahputra (Batamnews.co.id), Rudiansyah (Lampung Post), Dewantoro (Kabarmedan.com), Palce Amalo (Media Indonesia) Kupang dan Januariansyah (Radar Tarakan).
Seluruh peserta diminta untuk meliput di daerah masing-masing dengan batas akhir peliputan 22 Agustus 2018.
Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Revolusi Riza mengatakan, kegiatan yang dinamakan dengan Healt and Nutrition Journaslist Workshop "Imunisasi untuk Kesehata," itu diselengarakan Divisi Pendidikan.
Kegian ini merupakan cara AJI meningkatkan pilar agar profesionalisme jurnalis terwujud.
"Salah satunya meningkatkan profesional jurnalis," katanya di depan para peserta, Jumat (21/7/2018).
Revo mengatakan, WHO, Kementerian Kesaharan RI bersama AJI sepakat bahwa pentingnya imunisai untuk masyarakat.
"Kita melihat persoalan ini cukup serius tetapi banyak yang tidak paham, banyak juga isu-isu beredar seperti imunisasi tidak penting, halal haram dan lainnya," kata Revo.
Lanjutnya, kondisi di daerah yang rentan tersebar penyakit menular terutama terhadap ibu hamil dan anak. "Telah terbukti penyebaran imunisasi di Jawa 90 persen sekian sudah berhasil," katanya.
Karena banyaknya hambatan untuk edukasi imunisasi di daerah maka peran jurnalis diharapkan disetiap daerah. "Jurnalis salah satu agen untuk merubah itu. Membantu bangsa ke arah yg baik," katanya.
(erc)
Komentar Via Facebook :