Transaksi Online Tinggi di Batam, Pengiriman Barang Banyak Tertunda

Batam - Transaksi jual beli online di Batam menempati urutan pertama di Indonesia. Aktivitas perusahaan ekspedisi menjadi padat, sehingga alur pengiriman barang tertunda 2 kali lebih lama.

Salah satu perusahaan ekspedisi yang mengalami overload yaitu Pos Indonesia. Wakil Manajer Bidang Operasi Pos Indonesia cabang Batam, Muhammad Rusdi mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.

“Overload sudah mulai dirasakan sejak setelah lebaran dan mencapai puncaknya menjelang berakhirnya libur sekolah,” ujar Rusdi, Jumat (20/7/2018).

Pengiriman barang masuk maupun keluar Batam tersendat. Akibatnya, biaya pengiriman membengkak.

Pos Indonesia sudah mengupayakan berbagai cara. Salah satunya mengirim barang dengan memanfaatkan penerbangan.

Namun terkadang tertahan. Hal ini karena jadwal pesawat tidak selalu bisa mengikutsertakan titipan masyarakat.

"Kita upayakan setiap hari mengirim barang, namun karena memang jumlah barang sekarang lagi tinggi, tetap tidak mengurangi overload," katanya.

Selain jumlah barang yang memang  banyak, Rusdi juga mengatakan faktor jadwal pesawat juga mengalami overload.

Pihaknya juga menyiapkan rencana lain. Yaitu dengan mengirim barang melalui rute berbeda, lalu dikirim ke kota tujuan.

"Kita memanfaatkan semua penerbangan, terkoneksi dengan segala cara, walaupun efeknya jadi besar pengeluaran kita," lanjutnya.

Penambahan jumlah pegawai juga menjadi alternatif Pos Indonesia untuk mengurangi overload. Dengan begitu upaya mempercepat pengiriman barang bisa terlaksana.

Namun demikian, jadwal penerbangan tetap memiliki peran penting dalam upaya mengurangi penumpukan barang.

Masyarakat mulai mengeluhkan kondisi ini. Mereka mempertanyakan masalah waktu pengiriman barang yang mengalami penundaan.

“Pengiriman barang menjadi lama, padahal biasanya hanya 3-4 hari, tapi sekarang bisa 5 hari baru sampai ke kota tujuan,” ujar Lina, salah satu pedagang online di Batam.

(ret)

SHARE US :
Komentar Via Facebook :