Pembangunan Jembatan Kuning Sani-Nurdin di Karimun Mangkrak, Apa Kendalanya?

Pembangunan Jembatan Kuning Sani-Nurdin di Karimun Mangkrak, Apa Kendalanya?

jembatan Sanur di Leho Tebing Karimun yang masih terbangkalai (Foto: Istimewa)

Karimun - Pengerjaan jalan dan jembatan di Leho, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun terkendala. Selain itu jalan menuju jembatan kuning tersebut belum diaspal. Kabarnya jembatan itu diberi nama Sanur (Sani-Nurdin).

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan bahwa, kendala yang dialami dalam pembangunan jembatan tersebut karena masih dalam pembebesan lahan. Selain itu dalam pembiayaan juga terkendala. 

"Kelanjutan jembatan itu sedang dilakukan pembayaran pembebasan lahan. Itu sudah kita anggarkan dianggaran 2018 dan sedang diproses. Setelah pembayaran, baru akan dilanjutkan," kata Rafiq, Jumat (6/7/20180 kepada wartawan.

Dalam pembebasan lahan, lanjutnya, itu harus melibatkan tim yang bertugas dalam mengkaji statu tanah. Dimana secara teknis berdasarkan undang-undang. Pemerintah Daerah juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan tersebut.

"Sudah kita anggarkan sebesar 10 miliar. Jika nanti semua telah dibayarkan, maka akan kita lanjutkan pembangunannya dan segera kita lakukan pengaspalan," ucapnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015 lalu. tim yang dibentuk pemerintah daerah tidak dapat membayar ganti rugi, karena tersandung masalah status hutan lindung di sana. Lalu pada 2016 ganti rugi juga belum bisa dibayarkan. Disebabkan daerah mengalami defisit anggaran dalam APBD.

pada tahun 2017, Pemerintah Daerah juga mengajukan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Namun tidak dikabulkan. Alasannya bahwa tidak bisa direalisasikan karena sepotong-sepotong.

"Karena tidak boleh sepotong-sepotong, harus sekaligus. Makanya tahun ini kita anggarkan lagi sebesar Rp10 miliar," ujar rafiq.

Rafiq juga menyebut bahwa, nantinya pembangunan jembatan Sanur tersebut akan diambil alih pemerintah Pusat dalam hal ini Provinsi Kepri. Mengingat pembanunan tersebut merupakan proyek yang cukup besar dan menelan anggaran yang cukup besar.

(edo)