Cerita Dramatis Penyelamatan Anggit yang Terjebak Kebakaran di Batam

Cerita Dramatis Penyelamatan Anggit yang Terjebak Kebakaran di Batam

Anggit saat dirawat di RSBK Batam (Foto: Margaretha/Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam - Proses penyelamatan korban kebakaran di sebuah tempat tinggal di Kawasan Industri Mega Cipta Batu Ampar, Batam, berlangsung dramatis. Seorang sekuriti, Kariman, menceritakan bagaimana proses evakuasi para korban.

"Kita mendengar ada suara orang melenguh," ujar Kariman kepada batamnews.co.id, Jumat (22/6/2018). 

Belakangan diketahui, korban yang masih hidup itu bernama Anggit, pembantu Joshua Pakpahan. 

Dalam kejadian itu Joshua meninggal dunia, bersama istrinya Fang Fang dan tiga anaknya, serta seorang pembantu lainnya. Total korban enam orang.

"Saya tahunya kejadian pukul 05.20 WIB," ujar Kariman. Saat itu Kariman hendak mengibarkan bendera merah putih di tiang pos penjagaan sekuriti. 

Kemudian, ia melihat asap mengepul semakin besar dari tengah kawasan industri. Ia menduga itu asap pabrik. Semakin lama, semakin pekat. 

Kariman langsung meminta rekannya mengecek sumber asap.

"Rupanya rumah Pak Johanes yang terbakar, kita langsung ke sana," ujarnya. 

Sayangnya, pagar menuju lokasi rumah cukup tinggi, terbuat dari lapisan seng. Mereka pun kesulitan masuk. Upaya lain dilakukan, termasuk membangunkan karyawan Joshua.

Beberapa menit mereka keluar dan membuka pagar rumah. Dua orang sekuriti dan dua karyawan satu bersama istrinya kemudian mencoba memadamkan api.

"Kita ambil selang tanki air, siram pakai itu dulu sampai satu tank habis," katanya.

Sekitar 30 menit setelah itu pemadam kebakaran dari Batu Ampar datang dengan satu mobil tiga anggota. 

Setelah api padam, petugas memeriksa isi rumah. "Petugas sempat masuk ke dalam, tapi tak bawa senter, dia pinjam senter sekuriti," ujar Kariman.

Petugas beberapa kali masuk dan tak menemukan korban. Apalagi saat itu kondisi asap pekar dan gelap.

"Damkar keluar minta kami bantu angkat korban, ada yang masih hidup," ujar Kariman menirukan seruan anggota Damkar.

Kariman masuk bersama damkar dan satu orang sekuriti lainnya. Pada saat itulah ia mendengar suara seperti orang minta tolong. 

"Yang selamat itu (Anggit), dia masih bernapas dan kayak minta tolong gitu, ughhh uggghhh ughhh," kata Kariman.

Ia bersama anggota Damkar dan sekuriti lainnya melarikan Anggit ke rumah sakit.

Karena gelap dan tebalnya asap ia tidak mengetahui kondisi fisik Anggit. 

"Tidak tahu, karena panik dan asap pun banyak," ujarnya.

Kariman mengatakan tidak melihat korban lain sekitar itu, yang jelas suara Anggit membuat dia mengetahui keberadaannya. 

"Yang lain seperti ya sudah terkapar di lantai," ujarnya.

Kariman cukup kenal dengan korban yang selamat, Anggit. Wanita masih berumur 18 tahun itu kerap membawa anak Joshua bermain di kawasan industri untuk bermain sepeda. 

"Setiap sore selalu keliling di sini," katanya.

Ia mengaku heran dengan fisik Anggit yang dinilainya kuat. "Fisiknya saya akui kuat, mungkin karena sering olahraga ya," ujarnya.

Saat ini Anggit masih dirawat di RSBK Seraya Batam. Ia dalam kondisi trauma. Ia sempat muntah berwarna hitam seperti asap dan teriak histeris minta tolong.

(snw)

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :