5 Toleransi Beragama di Batam yang Wajib Dilestarikan

5 Toleransi Beragama di Batam yang Wajib Dilestarikan

Mimin

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 juni. Salah satu pengamalan pancasila, khususnya sila pertama adalah toleransi beragama.

Kepulauan Riau mendapat penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) karena dianggap berhasil menyatukan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah ini sepanjang tahun 2016. Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Kepri menempati urutan tiga dari provinsi se-Indonesia.

Kerukunan antar umat beragama juga sudah menjadi budaya di Batam sejak dulu. Ini buktinya.

1. Pawai Kerukunan Umat Beragama

Pemerintah Kota Batam pernah menyelenggarakan pawai kerukunan umat beragama. Hal ini dilakukan untuk memeringati HUT Kota Batam ke-147 dan dalam rangka hari Amal Bhakti Kementrian Agama Kota Batam ke-71.

Pawai yang diselenggarakan pada bulan Desember 2016 itu layak untuk dijadikan acara tahunan.Kerukunan beragama tercipta di dalam rangkaian acara pawai ini.

MC membacakan deretan nama kelompok yang mengikuti pawai. Mereka terdiri dari perkumpulan Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, dan Islam.
Pawai itu dihadiri oleh kurang lebih 10.000 orang. Mereka berarak - arak sambil menyanyikan lagu khas agamanya masing-masing.

2. Perayaan Imlek di Lapas Batam

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam membuktikan tingginya rasa toleransi beragama dengan menggelar perayaan Imlek pada bulan Februari 2018. Acara dirangkaikan dengan pemberian Remisi Khusus Imlek bagi satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Konghucu.

Lapas Batam juga menyelenggarakan ibadah bersama yang diikuti oleh 67 WBP Konghucu di lapas tersebut. ada juga hiburan barongsai untuk acara kunjungan terbuka.

Selain bagian dari prosesi perayaan Imlek, atraksi ini juga sangat menghibur para pengunjung lapas, utamanya anak-anak.

3. Deklarasi Kerukunan Beragama

Deklarasi kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau di selenggarakan pada bulan Februari 2018. Acara ini dihadiri Ketua MUI Batam, Ketua DPRD Batam, serta para pembaca naskah Deklarasi Kerukunan di antaranya Sekertaris MUI Kota Batam mewakili Islam H.M. Santoso, SE, Mewakili Kristen Protestan Pendeta Hanny Andreas, Mewakili Katolik Romo Lukas Sitepu, Mewakili Hindu I Wayan Catra Yasa, Mewakili Budha Y.M.Bhikkhu Guttadhammo Thera dan Mewakili Konghucu susanto.

4. Toleransi di Hari Raya Keagamaan

Bukti kerukunan umat beragama diperlihatkan di Batam, Kepulauan Riau, saat perayaan hari Waisak 2559 di Maha Vihara Duta Maitreya, Sungai Panas Batam.

Puluhan orang dari berbagai latar belakang agama tergabung menjadi relawan. Mereka membantu kegiatan tersebut seperti memasak, mencuci peralatan masak, menghidangkan makanan untuk pengunjung vihara dan membantu membersihkan lokasi untuk upacara keagamaan.

ara relawan ini tidak dibayar. Kerukanan beragama terjalin dengan baik, betapa indahnya kalau bisa bersatu.

Bukti lain kerukunan beragama di Batam yaitu pada setiap perayaan Natal di Ruli (rumah liar) Seibinti, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji. Umat Islam dan Kristiani membaur saling bantu demi kelancaran perayaan Natal.

Pada perayaan Natal di Gereja Masehi Injil Ruli Seibinti, Tanjunguncang, Umat Islam menjadi panitia menjaga gereja demi terciptannya suasana kondusif dan kelancaran perayaan tersebut. Tak hanya itu, umat Islam juga gotong royong membersihkan maupun menghias pohon natal sebelum perayaan berlangsung.

Umat Kristiani di ruli tersebut memang minoritas. Namun mereka mendapat perlakuan istimewa dari umat Islam terlebih saat perayaan Natal.

Toleransi ini sudah terjalin selama 20 tahun. Hal itu, sudah menjadi tradisi dan kebudayaan mereka semasa di kampung halaman di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal serupa juga mereka dapat saat hari raya Idul Fitri dan Adha. Umat non muslim menjaga umat muslim saat salat, mereka juga membantu kami membersihkan musala atau lapangan tempat untuk salat Idhul Fitri dan Idhul Adha.

5. Toleransi di Bulan Ramadhan

Toleransi beragama sangat terlihat di antara masyarakat yang membaur di Pasar Ramadan Mitra Raya. Pengunjung nonmuslim bisa langsung mengonsumsi makanan karena tidak perlu menunggu waktu berbuka. Namun pengunjung non muslim memilih membeli jajanan untuk dibawa pulang.

(deb)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :