M Iqbal: Rencana 100 Gerai 212 Mart di Batam Manfaatkan UKM Lokal

Suasana saat peresmian 212 Mart di Batam dihadiri sejumlah tokoh agama, pejabat pemerintah (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Sebanyak empat gerai 212 Mart di Batam diresmikan hari ini Minggu (13/5/2018). Pengurus Koperasi 212 minta pemerintah sediakan lokasi untuk gerai selanjutnya.

Ketua Koperasi 212 Mart Batam Muhammad Iqbal mengatakan, Kota Batam menjadi kota nomor satu terbanyak adanya gerai 212 Mart, ini merupakan sebuah kebangaan karena animo masyarakat untuk mempersatukan umat sangat tinggi di Kota batam. 

"Dari 160 gerai Indonesia delapan ada di Batam, ditargetkan untuk sementara 100 gerai akan ada di Batam," ujarnya kepada Batamnews.co.id.

Saaat ini sudah ada 8 gerai 212 Mart di Batam. Ia melanjutkan, banyak kelebihan yang ada di 212 Mart, selain dari bisnis juga dalam upaya menyatukan umat.

"Banyak kelebihan kita dengan mart plat merah dan kuning itu, salah satunya kalau 212 Mart uangnya akan kita putar di daerah tidak untuk dikirim ke pusat, sedangkan mart yang lain perginya ke pusat," katanya.

Pemanfaatan UKM

Iqbal membayangkan jika penghasilan satu gerai di Batam minimal Rp 15 juta per hari, satu bulan Rp 400 juta lebih, jika satu tahun bisa Rp 5,4 miliar. "Itu yang akan kita putarkan di Batam, bayangkan saja," ujarnya. 

Belum persoalan pemanfaatan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Batam, lanjut Iqbal. Saat ini gerai 212 Mart sudah menjaring 30 persen UKM yang ada di Kota Batam untuk memasarkan barangnya di 212 Mart. 

"Kedepan seluruh UKM kita ajak bergabung, kalau UKM hidup Batam akan hidup," ujarnya.

Iqbal berharap, dari kelebihan tersebut pemerintah bisa mendukung mutlak dengan bisnis berbasis kerakyatan tersebut. Mulai dari permudah perizinan hingga diminta untuk menyediakan lokasi untuk gerasi selanjutnya. 

"Kita butuh dukungan penuh pemerintah, jika nanti ada lokasi kita tidak hanya buka gerai saja, namun juga disampingnya akan kita bangun pabrik UKM," katanya. 

Acara peresmian juga dihadiri Sekjend Koperasi 212, Irfan Syauqi Beik. Ia mengatakan, sejak pertama kali muncul Mei 2017 sudah terdapat 144 gerai 212 mart di Indonesia.

"Ditambah empat lagi di Batam, totalnya 160 gerai," katanya.

Omzet Rp 18 miliar

Irfan mengatakan, Kota Batam menjadi kota terbanyak memiliki gerai. Sedangkan nomor dua adalah Palembang dengan tiga gerai.

"Secara nasional omzet per bulan 212 mart sudah mencapai Rp 18 miliar," katanya.

Irfan menjelaskan, secara global ekonomi sedang melemah, termasuk nasional. Namun ekonomi syariah secara keseluuruhan  membaik.

"Ini merupakan bentuk kontribusi sesuai kapasitas masing-masing termasuk gerai yang di daerah," jelas Irfan yang juga Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Koperasi 212 diresmikan sejak 24 Januari 2017 bisnis ritel ini berbasis ekonomi kerakyatan atau kemitraan, para investor dihimpun dari masyarkat yang ada di daerah tersebut. 

Meskipun bisnis ritel secara keseluruhan mengalami kesulitan, namun 212 Mart terus berkembang seperti berdirinya beberapa gerai di beberapa daerah. 

(tan)