https://www.batamnews.co.id

Terancam Krisis, Stok Beras dan Minyak Goreng Bintan Tersedia 3 Bulan ke Depan

Bupati dan Kepala Badan Pangan tinjau salah satu pasar di Bintan

BATAMNEWS.CO.ID, Bintan- Stok beras dan minyak goreng Bintan terancam krisis. Badan Ketahanan Pangan Bintan mengatakan ketersediaan beras dan minyak goreng hanya memenuhi kebutuhan warga Bintan sampai 3 bulan ke depan. Sedangkan komoditi sembako lainnya diprediksi aman, namun akan terjadi lonjakan harga beberapa komoditi jelang Ramadhan 1439 H.

"Ketersediaan pangan beberapa komoditi dilaporkan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Seperti ketersediaan beras dan minyak goreng," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Bintan, Khairul saat mendampingi Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau Pasar Barek Motor Kijang, Rabu (4/4/2018).

Dijelaskannya, bahwa stok beras di Bintan sebanyak 4.813.925 kilogram (kg). Sedangkan kebutuhan warga di 10 kecamatan sebanyak 1.474.397 kg perbulannya. Untuk stok minyak goreng sebanyak 540 kilo liter (kl). Konsumsi warga se-Kabupaten Bintan setiap bulannya mencapai 182 kl. Maka stok dua komoditi ini untuk ketersediaan selama 95 hari atau 3 bulan.

"Kalau komoditi sembako lainnya aman. Seperti ketersediaan gula, telur ayam, daging sapi, cabe rawit, cabe merah, bawang putih dan bawang merah," jelasnya.

Namun, harga komoditi-komoditi sembako tersebut diantaranya mengalami kenaikan. Seperti cabe merah keriting naik berkisar Rp 2 ribu per-kg atau saat ini dijual dengan harga Rp 52 ribu per-kg. Bawang putih dan bawang merah juga mengalami kenaikan.

Sedangkan penurunan harga hanya terjadi pada cabe hijau. Kisaran penurunannya Rp 4 ribu per-kg atau dijual saat ini dipasaran Rp 36 ribu per-kg.

"Beberapa harga komoditas naik, yang turun harganya cabe hijau," katanya.

Bupati Bintan,  Apri Sujadi meminta beberapa dinas terkait memastikan stok bahan makanan aman menjelang Ramadhan 1439 H. Dinas wajib lakukan sidak ke gudang-gudang sembako, memastikan kualitas bahan makanan yang tersedia.

"Puasa kurang lebih 1 bulan lagi. Jadi harus ada persiapan mengantisipasi stok bahan pangan agar tidak langka. Jadi kami minta beberapa dinas pantau langsung kondisi dilapangan," ucapnya.

(ary)