Kenalkan Ahed Tamimi, Gadis Palestina Penampar Tentara Israel

Ahed Tamimi (kanan) beserta ayah ibunya. (foto: ist/net)

BATAMNEWS.CO.ID, Betlehem - Ahed Tamimi, nama gadis Palestina berusia 17 tahun mendadak jadi selebriti di media sosial karena aksi beraninya menampar tentara Israel.

Tamimi yang dikenal sebagai aktivis belia di Betlehem, Tepi Barat, ini akhirnya ditangkap pasukan Israel setelah rumahnya digerebek menjelang fajar, Selasa kemarin.

Tak hanya Tamimi yang ditangkap, ibunya yang bernama Nariman juga ditangkap pada hari Selasa siang saat menjenguk Tamimi di sebuah kantor polisi Israel.

Menurut ayah Ahed Tamimi, Bassem, putrinya memang dikenal sebagai aktivis di desa Nabi Saleh. Saat masih kecil, gadis ini pernah menggigit tentara Israel untuk melawan penangkapan bocah lelaki Palestina.

Foto-foto kejadian itu dan aksi Tamimi lainnya membutanya dia diterima oleh Recep Tayyip Erdogan tahun 2012 yang kala itu Erdogan menjabat sebagai Perdana Menteri Turki.

Penangkapan Tamimi bermula dari penggerebekan rumahnya kemarin dini hari. Bassem terbangun dengan kaget ketika sekitar pukul 03.00 waktu setempat ketika mendengar suara sekelompok pasukan Israel menggedor pintu depan rumah.

Bassem mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia membuka pintu bagi para prajurit negara Yahudi itu. Dia didorong ke samping rumah, sehingga para tentara Israel leluasa masuk rumah.

Para serdadu Zionis Israel itu lantas memaksa keluarga Tamimi masuk ke salah satu ruangan saat mereka mengobrak-abrik isi rumah. Pakaian dan barang-barang lain di rumah itu dilempar ke lantai hingga menyisakan pemandangan yang berantakan.

Para prajurit kemudian memberi tahu keluarga tersebut bahwa Ahed Tamimi ditangkap, tanpa memberkan alasan apa pun.

”Nariman menangis histeris dan berusaha memeluk Ahed (Tamimi), tapi dia dilemparkan ke tanah oleh tentara,” kata Bassem.

Ahed Tamimi sejatinya sama seperti remaja Palestina lain yang ikut demonstrasi di di Nabi Saleh menentang pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Namun, ini untuk pertama kalinya seorang gadis belasan tahun ditangkap dan ditahan pasukan Israel.

Sebelum Tamimi ditangkap, video tentang aksi beraninya yang menampar tentara Israel viral di media sosial.

Video itu diambil pada hari Jumat pekan lalu. Dalam video tersebut dua perempuan Palestina, salah satunya Tamimi, yang mendekati para tentara Israel. Tamimi mendorong, menendang dan menampar salah seorang tentara tersebut. Aksinya diduga direkam rekannya melalui kamera ponsel.

Para tentara bersenjata berat pada saat tidak membalas secara serius aksi Tamimi dan rekannya. Para tentara itu kemudian bergerak mundur.

Insiden tersebut diyakini terjadi di sebelah rumah Tamimi, di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat, Palestina.

Menurut Bassem, saat rumahnya digerebek pasukan Israel, ponsel, komputer dan peralatan elektronik aktivis muda itu disita paksa.

Seorang anggota keluarga lainnya, Mohammed, sedang dirawat di rumah sakit setelah ditembak di bagian kepala dengan peluru karet pada hari Jumat.

Video aksi Ahed Tamimi banyak digunakan oleh media Israel yang sering menuduh pemrotes Palestina berusaha memancing tentara untuk bertindak keras.

Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengatakan di radio publik bahwa dia merasa “direbus dengan kemarahan” saat dia melihat video aksi Tamimi. ”Tapi tentara melakukan hal yang benar,” katanya.

Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett mengatakan bahwa Tamimi bisa menghadapi hukuman tujuh tahun penjara.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman ikut melontarkan komentar yang menyerang keluarga Tamimi. ”Setiap orang yang terlibat, tidak hanya gadis itu tapi juga orang tuanya dan orang-orang di sekitar mereka, tidak akan luput dari apa yang mereka layak dapatkan," kata Lieberman beberapa jam setelah tentara Israel menggerebek rumah aktivis muda tersebut dan menangkapnya.

”Siapa pun yang bertindak liar pada siang hari akan ditangkap di malam hari. Ini juga pesan penting,” ancam Lieberman.

(ind)