Disekap, 8 Wanita Asal Serang Dipaksa Jadi Pelacur di Pekanbaru
Ilustrasi. (foto:ist net)
BATAMNEWS.CO.ID, Pekanbaru - Siti Sinarti alias Wati (16) dan Sukmawati (16), warga Serang, Banten, berhasil kabur dari sebuah rumah di sebuah rumah di Pekanbaru Riau. Keduanya disekap oleh pemilik rumah yang juga dijadikan kafe remang-remang bersama enam wanita lain.
Wati dan Sukmawati berhasil sampai ke Polsek Tenayan Raya Jumat (27/2/2015) sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka berdua mengaku disekap oleh Riska dan Fauzi Sitorus di kafe milik Fauzi Sitorus.
Informasi yang dihimpun, Batamnews.co.id tim opsnal Polsek Tenayan Raya langsung menuju ke Jalan Maridan, Tenayan Raya. Sesampainya di TKP, polisi langsung menggerebek rumah tersebut.
Dalam penggrebekan itu, pihak kepolisian mengamankan Asih Asiarana (18), Sri Nurjanah (20), Ratih Yuliana (20), Eva Fauziah (18), Susilawati (34) dan Rini Nuraini (32), yang saat itu sedang berada dalam rumah kafe tersebut. Mereka dalam keadaan dikunci dari luar. Mereka semua berasal dari Pulau Jawa.
Tak lama usai menemukan enam wanita lain, Riska dan Fauzi Sitorus, pemilik cafe tersebut, tiba di rumahnya. Mereka pun langsung diamankan polisi.
Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Meilki Bharata, Senin (9/3) mengatakan, ke-8 wanita tersebut saat ini dititipkan di rumah yang aman. Mereka tidak mau kembali ke kafe tersebut.
Kapolsek mengatakan, awalnya mereka dijanjikan bekerja hanya untuk melayani dan menemani tamu yang datang ke cafe.
"Mereka baru 1,5 bulan di Pekanbaru. Awalnya mereka dijanjikan kerja oleh Riska dan Fauzi Sitorus, untuk melayani tamu saja. Tetapi begitu sampai di sini, mereka malah disuruh jual diri, karena transportasi, tempat tinggal, makan dan cuci pakaian kedelapan perempuan ini dianggap utang oleh Riska dan Fauzi Sitorus. Untuk membayar utang itulah, mereka disuruh jual diri. Mereka juga disekap di dalam rumah itu, handphone mereka disita sama Riska dan Fauzi Sitorus," jelas Kapolsek.
Dijelaskannya, saat ini kedua pemilik cafe tersebut telah ditetapkan sebagai tindak pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak.
Ditambahkannya, saat ini Kanit Reskrim beserta penyidik sedang berada di Serang, Banten untuk meminta keterangan orangtua korban dan mengejar perantaranya.
(ano)
Komentar Via Facebook :