Pengangguran Capai Ratusan Ribu, Pemicu Aksi Kriminalitas di Batam?
Polisi menggelar operasi beberapa waktu mengantisipasi kejahatan di jalanan (Foto: Istimewa/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kasus kejahatan konvensional masih mendominasi aksi kriminalitas di Kota Batam. Motifnya rata-rata karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Hampir setiap hari para korban melapor ke polisi. Mulai dari aksi jambret, begal, pembobolan rumah, hingga pencurian kendaraan bermotor.
"Saya nggak kerja, sementara anak dan istri harus makan, terpaksa saya memilih jalan pintas," ujar seorang tersangka pencurian saat ditangkap petugas kepolisian beberapa waktu lalu.
Beberapa korbannya mengalami peristiwa yang memilukan. Mulai dari luka ringan hingga berat bahkan koma.
Seperti yang terjadi pada Angki Piter dan seorang balita yang menjadi korban begal. Angki dibegal di Tembesi, Batuaji, Batam, dua pekan lalu.
Kemudian seorang ibu beserta dua anaknya dijambret di Pintu V Kawasan Industri Batamindo. Bocah yang berusia 10 tahun kritis setelah jatuh dari motor.
Patroli gabungan sejumlah aparat pun tak menyurutkan para pelaku untuk beraksi. Polisi bahkan harus ronda setiap malam dengan mobil patroli.
"Patroli gabungan dilaksanakan bersama TNI-Polri, Sat Pol PP dan Ditpam, guna meminimalisir kejahatan jalanan. Juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga beraktifitas di malam hari," kata Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Agus Joko, beberapa waktu lalu.
Jumlah pengangguran di Batam juga semakin meningkat. Disinyalir menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kriminalitas di Batam. Menurut data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam pengangguran di Batam mencapai ratusan ribu.
Terutama setelah sejumlah perusahaan galangan kapal serta beberapa perusahaan lainnya tutup kehilangan proyek.***
(edo)
Komentar Via Facebook :