Tanjungpinang Timur Butuh Sekolah Baru, Maskur: Masyarakat Tak Dukung Saya

Tanjungpinang Timur Butuh Sekolah Baru, Maskur: Masyarakat Tak Dukung Saya

Ilustrasi ruang kelas baru (foto : istimewa)

Redaksi

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Persoalan pendidikan di Kota Tanjungpinang tak selesai dari tahun ke tahun. Pada ajaran baru 2017 ini, jumlah peserta didik melebihi kapasitas sekolah yang ada di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur selama ini ia telah mengkritik Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terkait masalah ini. Dan meminta juga fokus terhadap pendidikan

"Pemerintah daerah tetap bersikeras mengucurkan anggaran belasan miliar untuk pembangunan gedung gonggong. Dan, masyarakat tidak mendukung pernyataan saya ini, mereka berbondong-bondong ke gedung gongong, sementara anaknya susah untuk sekolah," kata Maskur kepada Batamnews.co.id, Senin (17/7).

Kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB) di Tanjungpinang, Kata Maskur, memang menjadi permasalahan tahun ke tahun, ditambah lagi jumlah penduduk di wilayah kecamatan Tanjungpinang Timur ini semakin meningkat.

"Jumlah peserta didik baru melebihi kapasitas sekolah yang ada, sementara sekolah di wilayah lain seperti Tanjungpinang Barat ada sekolahnya ruang kelas tidak full," ujarnya.

Ia menyarankan pemerintah daerah mengangarkan anggaran untuk pembangunan sekolah baru agar tidak menjadi pemasalah tahun ke tahun. "Pembangunan sekolah baru itu wajib, karena memang kewajiban pemerintah menyiapkan prasarana," katanya.

Tahun sebelumnya, kata Maskur menambahkan, pernah terjadi di SMP Negeri 7 dengan jumlah kapasitasnya tidak memandai. Kemudian dibangun SMP Negeri 16 untuk mengatasi permasalahan itu.

"Malah sekarang SMP N 16 menjadi sekolah favorit, kita juga heran kenapa SMPN 12 kurang diminati masyarakat sementara ruang kelasnya belum full," ujar Maskur.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada sekolah Swasta di Tanjungpinang agar melakukan perkenalan "Sosialisasi" ke Masyarakat, agar masyarakat tetarik untuk memasuki anaknya di sekolah Swasta.

"Bagaimana sekolah Swasta ini menjadi favorit juga, karena saat ini kurang diminati," ujarnya.

Afriadi

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :