Tim Penggusuran Disambut Massa Zikir dan Doa di Tanjunguma

Tim Penggusuran Disambut Massa Zikir dan Doa di Tanjunguma

Para ibu rumah tangga menggelar zikir dan doa jelang penggusuran di Tanjunguma (Foto: Edo/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Tim Terpadu yang akan melakukan eksekusi di Bukit Timur, Tanjung Uma, Lubuk Baja, Batam, disambut warga setempat dengan doa dan zikir, Kamis (13/7/2017).

Warga membuat shaf-shaf di jalan pintu masuk penggusuran. Terdengar lantunan ayat-ayat dan salawat, keluar dari mulut warga. Para ibu-ibu menggunakan mukena, sedangkan bapak-bapak berkain sarung.

Selain itu, Tim terpadu yang akan melakukan eksekusi, belum bisa bergerak masuk, karena warga masih melakukan doa dan zikir.

Kemudian, eksekusi juga tertahan karena orasi tentang sejarah kampung bukit timur hingga sekarang.

Dalam pantauan, terlihat ratusan warga berkumpul, tidak semua melakukan doa dan zikir.

Pihak pemilik lahan beberapa waktu mengatakan, segala berkas hukum dan proses menjelang penggusuran sudah dijalankan. Termasuk soal ganti rugi.

Mustari, konsultan hukum PT Wira Nata Tamtama, mengatakan, berkas-berkas lahan tersebut sudah cukup jelas. Proses tahapan-tahapan penggusuran juga sudah dipenuhi.

“Mereka yang digusur diberi kompensasi, kapling, uang paku, dan transportasi,” ujar dia beberapa waktu lalu. Bahkan mereka yang belum memiliki tempat tinggal bisa memilih tinggal di rumah susun di daerah Tanjunguncang untuk sementara.

“Boleh tinggal selama 3 bulan, kita tanggung biayanya, setelah itu baru biaya sendiri,” ujar Mustari.

Mustari menyebutkan, penggusuran itu adalah yang kedua kaliya. Di sana terdapat lahan milik perusahaan seluas 7,5 hektare. Dua hektare rencananya dihibahkan ke Pemko Batam untuk membangun rumah susun, sedangkan dua hektare untuk gardu induk listrik PLN Batam.

Selain itu, juga akan dibangun fasilitas olahraga dan aktivitas masyarakat. “Pokoknya lengkap, dan nanti pekerjanya kita utamakan dari penduduk setempat,” ujar Bambang Sudiono, yang mewakili PT Wira Nata Tamtama.

***

(edo)