Tarif Tidur Nyaman Tahanan di Rutan Tembesi Rp 2,5 Juta?

Tarif Tidur Nyaman Tahanan di Rutan Tembesi Rp 2,5 Juta?

Suasana Rutan Tembesi Batam beberapa waktu lalu (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Dua tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, diduga jadi korban pungutan liar. Keduanya terpaksa harus setor kepada oknum petugas Rutan sebesar Rp2,5 juta.

Mereka diancam bakal tidur di kamar mandi bila tak memenuhi permintaan itu. Keduanya R dan U terpaksa menghubungi pihak keluarga untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Waktu dia telepon saya tanya, ada apa Pak?” ujar istri RS, MP, kepada batamnews.co.id, Senin (1/5/2017).

Suaminya pun menceritakan masalah yang dihadapi. Termasuk permintaan petugas Rutan tersebut.

“Kalau tidak dikirim bapak (tidur) di toilet,” ujar wanita itu menirukan lanjutan perkataan suaminya.

Wanita itu pun terpaksa pontang panting mencari pinjaman. Suaminya menghubungi pada tanggal (29/4/2017) lalu.

Wanita itu menduga, suaminya yang terlibat kasus perompakan itu, menelepon dengan menggunakan nomor ponsel petugas Rutan. Pasalnya nomor yang masuk tidak dikenal.

Setelah itu, ia pun menerima pesan singkat dari nomor ponsel yang menghubunginya tadi. 

“SMS itu minta kirim uang sebesar Rp 2,5 juta ke dua rekening. Rekening pertama atas nama inisial (SH) Bank BNI sebesar Rp 1 juta, kemudian ke rekening (TS) Bank BRI sebesar Rp 1 juta," ujar MP.

Ia mengaku mentransfer setelah mendapat uang pinjaman dari orang lain. 

“Semenjak uang yang diminta itu dikirim nomor yang menghubunginya itu susah ditelepon,” ujar MP.

Pernah sekali teleponnya diangkat, namun saat itu orang di seberang telepon menyebutkan, suaminya berada di dalam tahanan.

Menurut MP, kejadian itu tak hanya menimpa dirinya sendiri. Diduga ada tahanan lain yang mengalami hal yang sama.

Seorang wanita lainnya, S, juga mengaku dimintai uang mencapai Rp 1 juta. Uang itu dikirim ke nomor rekening yang sama. “Saya juga sudah mengirim,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Rutan Tembesi David Gultom saat dihubungi batamnews.co.id, Senin (1/5/2017) mengatakan, pihaknya akan menindak tegas dan penggunaan uang di dalam rutan tidak menggunakan uang cash.

"Pihaknya akan menindak tegas dan penggunaan uang di dalam rutan tidak menggunakan uang cash dan ia akan menindaklanjutkan dugaan pemerasan dengan menanyakan siapa petugasnya dan korbannya, jika terbukti melakukan pemerasan akan menindak tegas bagi anggotanya," ujar dia.***

(adi)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.
Komentar Via Facebook :