BP Batam dan Pemerintah Korea Bangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah
Peresmian IPAL di Bengkong Sadai, Batam. (foto: ret/batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - BP Batam dan perusahaan Korea Selatan memulai pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di kawasan Bengkong Sadai, Batam.
IPAL tersebut akan berkapasitas 20 meter kubik atau 230 liter per detik.
Peletakkan pipa pertama dilakukan oleh Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro dan perwakilan perusahaan pengelolaan limbah dari Korea yaitu Senior Vice President Hansol Eme, Joo Hee Jun.
Hatanto mengatakan pembangunan IPAL ini untuk membantu meningkatkan kualitas air, selain itu juga membantu Batam yang akan mengalami krisis air beberapa tahun ke depan.
"Pembangunan IPAL ini masih tahap 1, masih ada 6 titik lainnya yang direncanakan akan dibangun juga," ujar Hatanto di kawasan IPAL Bengkong Sadai, Kamis (13/4/2017).
Joo hee jun mengatakan melalui IPAL ini dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya air dengan menggunakan pipa sepanjang 114 km untuk mengaliri air limbah domestik.
"Instalasi pengolahan limbah dengan kapasitas besar akan dibangun di Bengkong 114 kilometer pipa dengan beberapa pump station akan dibangun di Batam. Proyek ini akan melindungi sumber daya air dan mengembangkan kondisi hidup untuk berkontribusi terhadap pengembangan di Pulau Batam dan Indonesia," jelas Joo hee jun.
Hatanto menjelaskan bahwa air limbah yang diproses tidak serta merta langsung dapat digunakan, masih harus dialirkan ke waduk terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.
"Ke waduk dulu, supaya air limbah yang sudah diproses dapat memperoleh mineral, setelah itu baru digunakan, seperti Singapura yang sudah menerapkannya," kata Hatanto.
Anggaran pembuatan IPAL tersebut berasal Pemerintah Korea Selatan sebesar 43 juta USD yang akan dicicil selama 30 tahun. Proses pembangunan IPAL menghabiskan waktu 30 bulan.
Komentar Via Facebook :