Review Film Surga yang Dirindukan

Cara Menggapai Surga yang Dirindukan

Cara Menggapai Surga yang Dirindukan

Ilustrasi (Foto: Net)

BAGAIMANAKAH cara menggapai surga? Secara umum, agama mengajarkan cara menggapai surga dengan mengikuti perintah dan menjauhi larangan Tuhan. 

Ada yang memahaminya dengan cara sederhana, namun ada juga yang memaknainya dengan cara ekstrim. Cara jihad dengan menyerang orang yang dianggap sebagai musuh agama misalnya. Orang-orang ekstrim rela membunuh dirinya sendiri dan membunuh orang lain demi surga, alam impian setelah mati.

Dalam film Surga yang (tak) Dirindukan 2, surga bagi Arini adalah tempat yang indah untuk berkumpul bersama keluarganya, suami dan anaknya. Harapannya, tak ada kehadiran perempuan lain dalam rumah tangganya. Ironis, meski Arini juga meyakini bahwa kesediaan seorang istri dipoligami dapat membukakan pintu surga untuknya, namun ternyata Arini tidak siap dipoligami.

Setelah sukses dengan film perdana yang tayang pada tahun 2015, Hanung Bramantyo kembali menghadirkan film lanjutannya di awal 2017 ini. Meski sudah melewati hari ke 10 film Surga yang (tak) Dirindukan 2 tayang di bioskop, film bergenre drama religius dengan bumbu komedi ini masih laris manis. Di bioskop XXI Mega mall misalnya, tiketnya masih laris terjual.

Masih menghadirkan para pemeran sebelumnya, yaitu Laudya Cintya Bela dan Ferdi Nuril ditambah dengan kehadiran Reza Rahardian, film ini makin menarik. Masih mengundang tangis sedih, haru dan tawa, meski jalan ceritanya sangat sederhana dengan ending yang mudah ditebak.

Definisi surga yang dirindukan dalam film ini adalah tempat terindah setelah kematian. Tempat terindah yang menurut Arini, seharusnya dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Tempat terindah yang bisa digapai dengan cinta yang tulus dan pengorbanan. 

Cara menggapai surga dalam film ini cukup sederhana. Peduli dengan sesama, berbuat baik dengan sesama, dan membahagiakan keluarga. Termasuk dengan meminta suaminya menikahi perempuan lain.

Kalau kamu tipe melankolis emosional, jangan lupa bawa tisu untuk menontonnya. Selamat menangis dan tertawa.

NURULIUS