Sejumlah Pengunjuk Rasa di Batam Tolak Kedatangan Raja Salman
Para pengunjuk rasa saat menggelar aksi menolak kedatangan Raja Salman ke Indonesia (Foto: Istimewa)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Sejumlah pengunjuk rasa yang mengaku dari Aliansi Pemuda Toleran Anti Penjajahan menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam Jalan Engku Putri Batam Centre, menolak kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, ke Indonesia.
Para pengunjuk rasa tersebut membawa sejumlah pamflet sebagai bentuk protes.
Kedatangan Raja Salman ini untuk bertemu Presiden Jokowi. Raja Salman dianggap bertanggungjawab terhadap jatuhnya korban di Yaman.
“Kami menolak kedatangan penjahat kemanusiaan,” ujar seorang pengunjuk rasa, Jumat (3/2/2017).
Raja Salman akan datang ke Indonesia awal Maret. Dia akan ada di Indonesia 1-9 Maret.
Raja Salman dituding menyokong para pemberontak menyerang Irak dan Suriah.
Perang yang terjadi dari Maret 2011. Tewaskan setengah juta orang dan paksa sebelas juta warga harus dievakuasi. Perang Yaman dari Maret 2015 sudah membunuh belasan ribu warga.
Pihak menganggap kedua perang tersebut adalah wujud dari Saudi dan Iran untuk perebutkan pengaruh di Timur Tengah.
[snw]

Komentar Via Facebook :