DPRD Batam Kecam Aksi Pemukulan Buruh PT Yeewo Indonesia

DPRD Batam Kecam Aksi Pemukulan Buruh PT Yeewo Indonesia

Suasana di kawasan Industri Tunas setelah pemukulan terhadap buruh. (is)

Batam - Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riki Indrakari mengecam dan menyesalkan terjadinya pemukulan terhadap buruh PT Yeewo Indonesia yang ditinggal kabur pemiliknya, Senin (2/2/2015). Aksi pemukulan itu diduga dilakukan oleh sejumlah orang di Kawasan Industri Tunas, Batam Centre, Batam.

Setelah terjadinya insiden itu, langsung digelar pertemuan tertutup. DPRD Batam diwakili oleh Ketua Komisi IV, Riki Indrakari, pihak Kawasan Industri Tunas, perwakilan PT Yeewo Indonesia dan perwakilan buruh.

"Aksi pemukulan tersebut dimulai pukul 7 pagi tadi, kami lagi santai, tiba-tiba datang sejumlah orang memaksa mengosongkan PT Yeewo, kemudian disusul oleh sekuriti dan aparat kepolisian
datang mengamankan lokasi," kata Heriyanto, Ketua PUK karyawan PT Yeewo Hariyanto kepada batamnews.com.

Seperti diketahui, pemilik PT Yeewo yang bergerak di bidang garmen itu menghilang pertengahan Januari 2015 lalu. Sebanyak 300 lebih buruh dan karyawan tidak jelas gaji dan pesangonnya. Lalu, para buruh menyita sebagian kecil mesin yang masih tersisa di gedung itu.

Namun, pihak Kawasan Tunas Industri memaksa supaya gedung itu secepatnya dikosongkan karena dianggap merugikan. Namun, pihak buruh khawatir jika mesin diletakkan di luar gedung bisa rusak dan hilang.

(is)