Rencana Demonstrasi Tolak UWTO Jadi Perhatian Media Singapura
Salah satu judul headline media online Singapura theindenpendent.sg (Foto: repro)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Rencana aksi sejumlah ormas dan elemen masyarakat di Batam terkait penolakan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) BP Batam mendapat perhatian khusus media Singapura.
Salah satunya Theindependent.sg yang memberi judul “Diperkirakan Demonstrasi Besar di Batam-Warga Singapura Diharapkan Waspada”
Berita itu diunggah media online Singapura itu pada Sabtu (13/11/2016).
Sejumlah elemen masyarakat itu dijadwalkan melakukan unjuk rasa pada 14-16 November 2016 di Batam, Kepri.
Namun demontrasi baru akan digelar pada 16 November. Sedangkan 14-15 November 2016, rencana penutupan tempat usaha milik sejumlah pedagang di Batam.
Sedangkan demonstrasi baru akan menurunkan ribuan orang ke jalan.
Berita Theindendent itu setelah tersebarnya pesan dari Konsulat Singapura di Batam, mengenai kondisi keamanan Batam jelang demonstrasi.
“Berdasarkan laporan media tentang kemungkinan demonstrasi besar di Batam 14-16 November. Demonstrasi akan terkonsentrasi di Batam Centre,” ujar Gavin Chay seperti dikutip batamnews.co.id, Sabtu (12/11/2016).
Selanjutnya, Gavin menjelaskan, terkait unjuk rasa tersebut pihak berwenang Batam telah mempersiapkan menjelang aksi demonstrasi tersebut.
“Pihak berwenang memastikan bahwa mereka demontrasi dengan cara yang damai,” kata dia.
Menurut Gavin, warga negara Singapura agar waspada dan tidak melintas di area tersebut dan menjaga keselamatan.
Selain itu, warga Singapura juga disarankan untuk memonitor media lokal untuk update dan perkembangan yang terkait dengan demonstrasi.
“Bagi warga Singapura membutuhkan bantuan konsuler mendesak dapat menghubungi Singapore Konsulat di Batam pada + 62 (778) 470070or +62 811 6916 916 (24 jam) atau Departemen Luar Negeri Duty Office (24 jam) di +65 6379 8800 atau +65 6379 8855, dan melalui [email protected].,” tulisnya.
[snw]
Komentar Via Facebook :