Mantan Pengacara OB Ini Kritik Sikap Pimpinan BP Batam

Ampuan Situmeang (kanan) dan Jadi Rajagukguk. (foto: isk/batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Praktisi Hukum di Batam, Ampuan Situmeang menyayangkan sikap pimpinan BP Batam tidak peka terhadap banyaknya protes-protes atas kebijakan yang dikeluarkan.

"Kenapa gelombang protes sebesar ini tidak ditanggapi oleh pimpinan BP Batam. Ini ada apa sebenarnya?," ujar Ampuan Situmeang usia mengikuti acara pertemuan asosiasi pengusaha pelayaran di Hotel Novotel, Nagoya, Sabtu (12/11/2016).

Kata Ampuan, beberapa kalangan termasuk Kadin sudah menganalisa dan memberi masukan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 148 dan Perka-perka (Peraturan Kepala) ini. "Kenapa tidak menampung dulu aspirasi masyarakat sebelum mengeluarkan peraturan," ucapnya.

Ampuan mengatakan, PMK dan Perka-perka ini sebelum dikeluarkan harus ada aturannya. Kata dia, menurut peraturan perundang-undangan, sebelum mengeluarkan aturan harus mengaju pada pasal 12 Tahun 2011.

"Peraturan yang dikeluarkan harus mempertimbangkan hajat hidup orang banyak. Ini tidak dilakukan, ada apa?," kata Ampuan kembali mengeluarkan pertanyaan.

Seharusnya, kata Ampuan, pimpinan BP Batam harus proaktif melihat kondisi saat ini. Katanya, seandainya ada yang salah dalam PMK 148 ini bisa diperbaiki dan pimpinan BP Batam menyampaikan pada Menteri Keuangan.

"Seharusnya demo ini dihindarkan, ada apa hingga terjadi demo. Ini pimpinan BP Batam tidak mau tahu. Pengusaha di Batam ini bukannya mau yang gratisan atau biaya murah, tetapi mereka berusaha tidak sendiri dan saling berkaitan," ucapnya.

Selain itu, aspirasi dari Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Batam pun tidak ditanggapi. "Batam ini tidak dibangun oleh BP Batam sendiri. Pimpinan BP Batam tidak proaktif, seharusnya permasalahan yang terjadi Batam disampaikan pada pemerintah pusat, ini yang tidak sampai," ucapnya.

Dalam menanggapi permasalahan saat ini. Kadin Batam akan menggelar pertemuan dengan Presiden dan Wakil Presiden. "Jadwalnya sudah ditentukan, hari Senin ini kami akan bertemu Presiden Jokowi untuk membahas permasalahan yang terjadi di Batam. Ada beberapa yang akan kami bahas," ujar Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

[isk]


Berita Terkait