Siapa Raden Sadjad? Namanya Dipilih Jadi Nama Lanud di Ranai

 Siapa Raden Sadjad? Namanya Dipilih Jadi Nama Lanud di Ranai

Peresmian Lanud Raden Sadjad di Ranai, Natuna. (foto: fox/batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Natuna - Pangkalan Udara (Lanud) Ranai resmi berganti nama menjadi Lanud Raden Sadjad. Peresmian nama baru pangkalan ini dilakukan Kamis (3/11/2016) pagi.

Bertempat di apron base ops Lanud, upacara peresmian dihadiri juga oleh Panglima Komando Operasi (Koops) wilayah 1, Marsekal Muda (Marsma) Yuyu Sutisna, serta anak kedua Raden Sadjad, Raden Sudarto.

Pangkoops 1, Marsma Yuyu Sutisna merinci jika Raden Sadjad sebagai tokoh perintis AU yang memimpin tim pelaksana pembangunan Lanud Ranai untuk pertama kali di Natuna ini bersama 7 orang anggota tim pada 5 Mei 1955.

"Misi rombongan ini merealisasikan pembangunan runway. Karena pulau ini pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga dan berada di dua jalur perhub strategis laut dan penerbangan," ujar Yuyu.

Pimpinan AU saat itu memandang sangat penting dilakukan pembangunan Lanud di Natuna sebagai benteng pertahanan udara di wilayah barat.

"Benteng pertahanan udara pertama di wilayah barat Indonesia ini untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman dan gangguan berupa invasi negara asing," kata Pangkoops.

Atas jasa dan pengabdian yang luar biasa itulah, maka sangat tepat nama Raden Sadjad diabadikan sebagai nama Lanud di Ranai ini.

Menurut Yuyu, harapan perubanan nama ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan meningkatkan kinerja Lanud pada pengabdian kepada negara.

TNI AU dijelaskannya, kini mengganti nama pangkalan-pangkalan di Indonesia dengan nama tokoh pejuang dan perintis baik lingkup nasional dan daerah. Hal ini sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdian tokoh-tokoh tersebut kepada bangsa dan negara khususnya korps TNI AU.

"Ini juga upaya pelestarian nilai juang pada masyarakat daerah yang memiliki pangkalan udara sehingga tercipta jiwa semangat juang," terangnya.

Ia berharap hal ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat Kepri khususnya Natuna. Setidaknya mereka punya kebanggaan dan rasa memiliki atas keberadaan Lanud

Pergantian nama ini sudah melalui mekanisme, baik oleh TNI AU pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ahli waris untuk mengabadikan nama tersebut.

[Fox]