Ini Alasan Natuna Pangkalan Militer dan Lokasi Latihan Besar-besaran

Ini Alasan Natuna Pangkalan Militer dan Lokasi Latihan Besar-besaran

Tank Leopard jadi perhatian warga Ranai saat melewati Jalan Sudirman dan Jalan DKWM Ranai, Minggu (23/10/2016). (foto: fox/batamnews)

Indrawan


BATAMNEWS.CO.ID, Natuna - Nilai strategis latihan tempur di Natuna sangat besar. Namun di samping itu, Dandim 0318 Natuna, Letkol (Inf) Ucu Yustiana mengakui, banyak hal penting lainnya yang juga menjadi dasar pengerahan pasukan militer untuk memperkuat ke Natuna.

"Natuna akan dibangun beberapa batalyon. Selain itu TNI juga menjadikan Natuna beberapa waktu ini sebagai lokasi latihan-latihan besar, baik AD, AU dan AL. Setelah AU menggelar Angkasa Yudha, dari Angkatan Darat bulan 11 ini juga akan mengadakan latihan Antar Kecabangan (Ancab)," terang Ucu.

Kenapa di Natuna? Ucu menjelaskan, daerah ini punya jarak tempuh lumayan untuk pengerahan pasukan. Selain itu posisinya cukup strategis sebagai wilayah perbatasan dengan beberapa negara.

"Alasan untuk latihan tempur (besar-besaran) di sini salah satu sebagai bentuk diplomasi. Menunjukkan kekuatan kita pada negara lain. Negara lain juga sering kan latihan tempur di Laut Cina Selatan? Selain diplomasi dalam bentuk pertemuan pemerintah, dan diplomasi latihan bersama dengan negara lain. Latihan unjuk kekuatan juga salah satu bentuknya," jelas Ucu.

Ia mengatakan TNI AD juga akan mencoba persenjataan terbaru baik itu rudal, kendaraan tempur dan persenjataan lainnya. Kemampuan 15 kecabangan yang ada AD seperti Infanteri, Armed, Arhanud, Perhubungan, Kesehatan, Perbekalan dan lain sebagainya juga akan dilihat dalam latihan ini.

Penambahan jumlah militer di Kabupaten Natuna, Ucu mengakui hal ini sebagai bentuk antisipasi negara dengan lokasi terdepan di Laut Cina Selatan ini. "Sebenarnya nggak cuma Natuna, tapi ada beberapa lokasi yang berbatasan dengan Pasifik dan Australia juga akan diperkuat pertahanan oleh TNI. Bertahap lah, kebetulan dimulai dari Natuna," sebutnya.

"Kita memang nggak menginginkan adanya perang, ya kalau seandainya kita diserang, yang pertama berhadapan itu tentu yang di Laut dan Udara, tapi kalau musuh sudah masuk ke darat, kita pun juga harus siap di darat. Untuk mengerahkan dan mobilisasi peralatan tentu butuh waktu. Makanya diperlukan kesiapan yang baik di sini, minimal untuk memperlambat gerak musuh jika terjadi perang," terang Ucu.

Dalam proses menjelang latihan November ini saja, mobilisasi kendaraan tempur, pasukan dan perbekalan lainnya sudah dimulai sejak September. Kapal pengangkut bolak-balik membawa tank-tank, mobil, dan senjata dari Jakarta ke Natuna. Pulang-pergi bisa butuh waktu 8 hari.

[Fox]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :