Nyawa Syafrida Tewas di Ujung Sepatu Safety, Keluarga: 12 Tahun Tak Ada Kabar

Nyawa Syafrida Tewas di Ujung Sepatu Safety, Keluarga: 12 Tahun Tak Ada Kabar

Keluarga Syafrida yang datang dari kampung halaman melihat kondisi anak-anak Syafrida (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Ibu rumah tangga korban penganiayan suami, Syafrida (40), ternyata sudah 12 tahun merantau tanpa kabar. Selama 12 tahun itu juga Syafrida tak pulang ke kampung halaman di Nagari Minang Kabaru, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Tadar, Sumatera Barat.

Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka itu setelah diberitahu pihak kepolisian.

Menurut kakak kandung Syafrida, Ita, mengatakan, kalau adiknya itu sudah lama tidak pulang dan tidak ada kabar sekalipun juga.

"Sudah lama tidak pulang, kabar pun juga tidak ada dari adik saya (korban)," ujar Kakak perempuan korban, saat bercerita di rumah korban, Kampung Pisang, Tanjung Uma, Batam, kemarin.

Ia pergi meninggalkan kampung halaman, membawa anak pertamannya yang masih berumur 4 tahun. “Sekarang anak tersebut sudah kelas 3 SMP,” ujar Ita.

Selama pergi merantau bersama suami yang telah menghilangkan nyawanya, tidak ada kabar yang diterima oleh keluarga. 

Bahkan, keluarga sempat mencari kemana-mana selama bertahun-tahun.

"Dulu dia bilang pergi ke Pekanbaru. Kami cari-cari tidak ketemu. Sekarang dapat kabar dia di Batam dan sudah meninggal," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Selain itu, pihak keluarga juga saat tiba di Batam hanya bertemu dengan tanah merah bekas penguburan Syafrida yang tewas dihajar suaminya, Syafrizal.

Syafrida tewas setelah dihajar dan ditendang menggunakan sepatu safety suaminya beberapa hari lalu. Ia tewas di depan anaknya yang masih berusaia 10 tahun.

[edo]

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :