Rumpun Mahasiswa dan Pemuda Melayu Unjuk Rasa Tolak Jokowi ke Kepri
Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Rumpun Mahasiswa dan Pemuda Melayu se-Provinsi Kepri (Rumah Melayu-Kepri) menggelar aksi unjuk rasa tolak kedatangan ke Provinsi Kepri di bundaran Pamedan, Jalan RH Fisabilillah, Kamis (27/10/2016). (Foto: Aji/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Rumpun Mahasiswa dan Pemuda Melayu se-Provinsi Kepri (Rumah Melayu-Kepri) menggelar aksi unjuk rasa tolak kedatangan ke Provinsi Kepri di bundaran Pamedan, Jalan RH Fisabilillah, Kamis (27/10/2016).
Mereka berunjuk rasa menggunakan pengeras suara, sepanduk bertuliskan "2 Tahun Jokowi-JK minim prestasi Jangan Datang Ke Kepri”, dan mengibarkan sehelai bendera merah putih, serta menebarkan tudingan 13 tuntutan kegagalan Presiden Jokowi-JK.
Dalam orasinya para unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Jokowi dengan alasan masih terbelakang nya kesejahteraan di Kepri khususnya.
"Ini hasil konsolidasi akbar delapan organisasi pada tanggal 22 Oktober 2016 di Tanjungpinang, dengan hasil mengkritik segala kebijakan presiden,dan menolak kedatangan ke Kepri," kata korlap unjuk rasa, Juandi.
Sebelumnya, Juandi juga menjelaskan aksi beberapa organisasi ini merupakan hasil konsolidasi para seniornya di Jakarta, organisasi itu tergabung dalam Cipayung, yang terdiri dari GMNI, GMKI, PMII, HMI dan KAHMI.
"Para senior sepakat untuk menggelar aksi diseluruh Indonesia selama tiga hari kedepan, dimulai dari hari ini, kami akan tolak kedatangan Jokowi-JK," kata Juandi lagi.
Mereka kemudian membagikan selebaran 13 tuntutan kepada masyarakat di seputaran lampu merah pamedan. Aksi ini turu dijaga aparat kepolisian.
[aji]
Komentar Via Facebook :