Sebuah Rumah Mewah di Villa Panbil Jadi Penampungan TKW

Belasan TKW yang ditampung di perumahan mewah Villa Panbil Mukakuning Batam (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Sebuah rumah di komplek perumahan mewah Villa Panbil Mukakuning menjadi tempat penampungan calon tenaga kerja wanita. Rumah di blok N itu menampung belasan pekerja.

Keberadaan para calon pekerja rumah tangga dan restoran itu sempat tak diketahui pihak keamanan setempat. 

“Kita juga baru tau kalau ramai begini,” ujar seorang ketua RT Perumahan Villa Panbil, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam itu, Jumat (9/9/2016) sore.

Para calon pekerja tersebut berasal dari sejumlah daerah. Dari Flores hingga Nias. 

“Mereka baru dua hari di sini, karena tempat penampungannya di Orchird Park penuh,” ujar bos penyalur PT Tugas Mulia, J Rusna, kepada petugas keamanan.

 

Bos penyalur tenaga kerja PT Tugas Mulia Rusna (Foto: Batamnews)

 

Penelusuran batamnews.co.id, di rumah berlantai dua itu diketahui terdapat dua wanita korban penganiayaan. 

Mereka sempat dianiaya saat bekerja di Tanjungbalai Karimun. Keduanya kemudian dikirim ke Batam dan ditampung di perumahan itu.

Wanita beretnis Tionghoa itu mengakui ada dua orang yang sebelumnya menjadi korban penganiayaan saat bekerja di Tanjungbalai Karimun.

“Mereka bandel, suka main handphone,” ujar Rusna. Menurut Rusna, keduanya sudah memilih jalan damai dan diberi sejumlah uang.

Setelah itu korban penganiayaan majikan itu kemudian dibawa ke Batam dan diletakkan di penampungan ilegal tersebut.

Namun Rusna mengaku hanya mempekerjakan belasan wanita itu untuk keperluan tenaga kerja lokal bukan untuk dikirim ke luar negeri secara ilegal.

“Semua surat lengkap, ada di kantor,” ujar dia. Kendati demikian, Rusna mengakui tak memiliki izin penampungan di rumah tersebut. 

"Ini cuma karena di sana (Orchid) penuh," ujar Rusna. Ia sempat berteriak-teriak saat rumah penampungan di dekat clubhouse itu didatangi pihak keamanan.

Namun beberapa orang wanita mengaku tak diberi makan di tempat penampungan itu. 

Selain itu mereka juga terisolasi dan tidak bisa keluar dari rumah. "Kami tak dikasih makan," ujar seorang wanita.

Kondisi para wanita yang ditampung di rumah tersebut tampak sedikit memprihatinkan. Mereka terlihat kurus-kurus.

Selain itu mereka juga kerap diomeli bos penyalur Rusna dengan menyebut-nyebut atas nama Tuhan.

 

[snw]

SHARE US :