https://www.batamnews.co.id

Dua Wanita Asal Nias Mengaku Tersiksa di Penampungan

Salah seorang korban penyiksaan di Karimun yang dibawa ke Batam (Foto: Istimewa)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Dua orang wanita mengaku tersika di tempat penampungan di sebuah perumahan mewah di seputaran Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau. Keduanya orang tersebut berasal dari Nias bernama Ernimawati Giawa dan Uniman Halawa.

Mereka sebelumnya sempat disiksa saat bekerja di kedai kopi Natal di Tanjungbalai Karimun. Kasus itu sempat dilaporkan ke Polsek Tanjungbalai Karimun namun tak ditindaklanjuti.

Justru mereka kembali diserahkan ke perusahaan penyalur PT Tugas Mulia di Batam.

“Sekarang kami dimarahi sama ibu ini. Handphone kami dibanting sama dia karena ketahuan kami hubungi orang tua di Nias. Tolong, tolong kami pak, kami diusir di sini," kata Ernimawati Giawa kepada seorang warga Nias di Batam, Jumat (9/9/2016).

Ernimawati menambahkan, katanya, bersama Uniman Halawa saat ini masih berada di penampungan sebuah rumah mewah. 

''Tolong lah pak, kami diusir sama ibu ini. Tidak bertanggung jawab sekali ibu ini. Tolong lah," kata-katanya sambil menangis.

Keduanya mengaku sebelumnya mereka hendak dipulangkam kembali ke Nias, namun belakangan justru tak mungkir.

Keduanya menjadi bulan-bulanan majikannya  yang belum diketahui identitasnya di Karimun.

Tak terima dengan perlakuan kasar itu, keduanya melapor ke polisi pada Kamis (8/9/2016).

Erni dan Uni mengaku berasal dari Nias, Sumatera Utara. 

Mereka pun mengadu kepada Ketua Paguyuban Masyarakat Nias Indonesia (PMNI) Kabupaten Karimun Suginoto.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan ini belum bisa menghubungi bos PT Tugas Mulia di Batam. 

 

[snw]