https://www.batamnews.co.id

Meresahkan, LSM Desak Isolasi Imigran ke Camp Vietnam Galang

Para imigran dan anak-anaknya di penampungan Hotel Kolekta di Batam (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Keberadaan imigran pencari suaka dari sejumlah negara Timur Tengah sudah sangat meresahkan. Meski penampungan mereka berada di Hotel Kolekta, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, namun para imigran itu kerap beredar.

Ketua LSM Garda Indonesia Batam Aldi Braga Paewai meminta pihak terkait segera memindahkan lokasi penampungan imigran tersebut.

“Sebaiknya dipindahkan ke Camp Vietnam di Pulau Galang,” ujar Aldi kepada batamnews.co.id, Jumat (9/9/2016).

Menurut Aldi yang juga konsen terhadap dampak buruk dari keberadaan imigran tersebut, para imigran itu harus diisolasi dan dijauhkan dari permukiman warga.

Menurut dia, keberadaan para imigran di lingkungan masyarakat, apalagi di keramaian seperti di daerah Lubukbaja sangat mengkhawatirkan.

Baik dari segi keamanan maupun dari masalah sosial. Terbukti para imigran tersebut sudah sangat meresahkan dengan dugaan menjadi gigolo.

“Menurut informasi, sebelumnya juga mereka merental mobil dan terbalik,” ujar Aldi.

Aldi mengatakan, saat ini data yang dia peroleh ada sejumlah imigran yang berada di Batam dan diurus oleh International Organization for Migration (IOM), mencapai ratusan.

Jumlahnya mencapai 484 orang, beberapa diantaranya ditampung di Hotel Kolekta 281 orang, kemudian di Taman Aspirasi Batam Centre Jalan Engku Putri mencapai 92 orang. 

“Sisanya di Ruman Tahanan Detensi Imigrasi,” ujar Aldi.

Menurut Aldi, masuknya para Imigran ini ke Batam diduga tak lepas dari permainan aparat berwenang. 

Tak heran, Batam saat ini menjadi tujuan favorit para imigran. “Kita menduga ada permainan, mereka bisa lolos di bandara dan diantar ke depan kantor Imigrasi,” ujar Aldi.

Menurut pria berdarah bugis Makassar ini, keberadaan IOM juga tidak jelas. Organisasi internasional yang menangani masalah imigran itu tak bekerja.

“Padahal anggaran IOM itu miliaran untuk menangani para imigran, IOM di Batam ini ilegal,” cetusnya.

 

[snw]