Imigran Gigolo Bertarif Rp 20 Juta Jajakan Diri Lewat Medsos hingga Diskotik

Sejumlah imigran pencari suaka di tempat penampungan Hotel Kolekta Batam (Foto: Istimewa/Aldi)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Selain menggunakan modus dengan ikut mendaftarkan di tempat kebugaran fitnes dan aerobic, ke 10 gigolo asal Afghanistan dan Pakistan, juga memasarkan jasa layanan seks mereka melalui media sosial.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bidang Pengawas dan Penindakan Imigrasi Kelas I Batam Muhammad Noviandri kepada batamnews.co.id diruang kerjanya pada Kamis,(8/9/2016) pagi.

“Dengan media sosial memasarkan wajah wajah mereka dan selanjutnya dengan melalui komunikasi dengan handphone mereka bertemu untuk berkencan,” ujar Noviandri.

Ke 10 gigolo itu juga sempat berkenalan dengan BS, seorang mucikari yang tinggal didekat Hotel Kolekta, tempat penampungan para pengungsi.

Andri menambahkan, dalam pengakuan saat diperiksa para gigolo dalam melancarkan aksinya dibawa juga oleh para mucikari ke diskotik serta tempat tempat karoke.

“Di diskotek, para imigran itu juga dipasarkan oleh BS,” ujar Noviandri.

Setelah harga cocok, para imigran itu kemudian dibawa oleh tante tante ke hotel maupun tempat kos.

"Para gigolo dan mucikari juga melancarkan aksinya di karaoke, diskotik, dan juga melalui media sosial," ujar dia.


[jim]