Kapolda Kepri: Penangkapan Terduga Teroris Batam Tak Terkait Surat 4 Juli
Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian (Foto: Iskandar/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap enam orang terduga teroris di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat pada Jumat (5/8/2016). Keenam orang tersebut diduga terkait jaringan teroris Bahrun Naim.
Saat ini Bahrun Naim berada di Suriah. Mengenai keamanan, Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian mengatakan, sudah melakukan secara optimal.
"Pengaman Kota Batam sudah optimal," ujar Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian usai salat Jumat di Mapolda Kepri, Jumat (5/8/2016).
Sebelumnya, kata Kapolda, seluruh elemen masyarakat, mahasiswa dan ormas di Batam sudah berkumpul.
"Kita sepakat mengamankan Batam bersama-sama," kata Kapolda.
Selain itu, Kapolda juga membantah adanya kaitan dengan surat yang beredar pada 4 Juli 2016 lalu. Pada surat itu disebutkan peringatan bakal adanya serangan teroris di Batam.
"Itu tidak ada kaitannya, ini murni pengembangan dari tim Densus 88. Saya kira Densus yang lebih tau dan ini masih dalam tahap proses penyelidikan, berikan mereka waktu yang cukup membuktikannya," ucap Kapolda.
Kelompok jaringan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 anti-teror tersebut, Gigih Rahmat Dewa sebagai pimpinan.
Ia selama ini bersembunyi di kediamannya di Perumahan Mediterania Blok FF1 Nomor 9, Gigih ditangkap oleh polisi saat tengah berada di Jalan Daeng Kamboja, Batam Centre.
Sementara, lima orang anggotanya, Trio Syafrido (46), Eka Saputra (35), Tarmidzi (21), Hadi Gusti Yanda (20), dan Muhammad Tegar Sucianto (19) ditangkap di lokasi berbeda.
Gigih Rahmat Dewa diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme yang bersumber dari Bahrun Naim.
Selain itu, Gigih Rahmat Dewa dan Bahrun Naim pernah merencanakan untuk meluncurkan roket dari Batam dengan tujuan Marina Bay, Singapura.
Sebelumnya beredar surat peringatan ancaman teror di wilayah Batam dan Kepulauan Riau. Isi peringatan itu mengatakan, bahwa para pelaku teror tengah mengincar Batam, Tanjungpinang, sebagai sasaran aksinya.
Surat tersebut dikirim via pos di Singapura ke sebuah operator kapal feri Horizon Fast Ferry Singapura di Harbour Front. Surat itu kemudian beredar luar di media sosial.
Sebelumnya polisi juga mengamankan seorang terduga teroris di Batam dari Uighur bernama Doni. Doni ditangkap di sebuah rumah di Batam dan kemudian dideportasi ke China.
[is]
Komentar Via Facebook :