7 Tuntutan Ribuan Warga Baloi Kolam Saat Menggelar Aksi Demo
Ketua DPRD Batam Nuryanto saat menemui warga Baloi Kolam. (foto: isk/batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Usai menggelar aksi demo di depan kantor BP Batam dan DPRD Kota Batam akhirnya ribuan warga bukit Dam Baloi Kolam, Lubuk Baja, Batam, Kepri membubarkan diri. Dalam aksi demo tersebut ada tujuh tuntutan dari warga.
Tujuh tuntutan warga Baloi Kolam tersebut yaitu, pertama, menggugat BP Batam untuk bertanggungjawab atas pemukiman yang layak di Baloi Kolam bagi seluruh warga Baloi Kolam.
Kedua, meminta kepada panglima TNI untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga Baloi Kolam. Ketiga, menolak campur tangan TNI di Baloi Kolam, baik dalam bentuk latihan militer maupun upaya-upaya lain bagi warga Baloi Kolam.
Kemudian keempat, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) terkait alih fungsi hutan lindung bukit Dam Baloi Kolam.
Kelima, meminta Gubernur Kepri dan Walikota Batam untuk peduli terhadap warga Baloi Kolam. Keenam, meminta kepada DPRD Kota Batam untuk berperan aktif membela warga Baloi Kolam.
Kemudian yang terakhir ketujuh, hanya satu kata atas arogansi kekuasaan BP Batam, "Lawan".
Sebelum membubarkan diri, warga sempat ditemui oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dan didampingi Harmidi anggota Komisi I. Pada kesempatan itu Nuryanto berusaha menenangkan warga, ia mengatakan akan membantu warga dalam permasalahan ini.
"Kita akan mengkaji ulang permasalahan ini, seperti aspek hukumnya. Kita selesaikan cecepatnya," ujar Nuryanto di hadapan ribuan warga Baloi Kolam, Selasa (19/7/2016).
Namun, warga Baloi Kolam tidak puas dengan jawaban Ketua DPRD Batam tersebut. Seorang ibu-ibu langsung naik ke atas mobil yang dibawa warga dalam aksi demo tersebut meminta pada Ketua DPRD Batam untuk bertindak tegas mengusir TNI dari Baloi Kolam.
"Kami minta pada bapak untuk segera mengusir TNI dari Baloi Kolam. Kami ingin TNI keluar dari Baloi Kolam hari ini juga," ujarnya dengan nada tinggi melalui pengeras suara.
Mendengar hal tersebut, Nuryanto mengatakan akan segera menyelesaikan permasalahan ini.
Kemudian warga membubarkan diri dan sempat berkumpul sebentar di bukit Dam Baloi Kolam yang dikawal ketat oleh aparat Kepolisian bersenjata lengkap. Namun, tidak lama warga membubarkan diri dan memilih arahan yang disampaikan DPRD Kota Batam.
(isk)
Komentar Via Facebook :