Pasukan Orange: Kami Dilarang Banyak Omong atau Dipecat
Demo pasukan orang di depan Kantor Wali Kota Batam Senin (4/7/2016) (Foto: Margareth/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Sejumlah petugas kebersihan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam mengaku khawatir dipecat usai aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Batam, Jalan Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.
Pasukan orange itu pun diminta untuk tidak berbicara banyak kepada wartawan.
"Dibilangin supaya jangan ngomong terlalu banyak, nanti kalau enggak bakalan dipecat,” ujar seorang wanita kepada batamnews.co.id, Senin (4/7/2016).
Ratusan petugas kebersihan yang berstatus kontrak itu menggelar unjuk rasa menuntut pencairan gaji di bulan Mei 2016 yang belum cair, serta meminta Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran.
Aksi tersebut sudah dua kali mereka lakukan. Pemerintah Kota Batam berjanji akan mencairkan dan membayarkan gaji mereka.
Di aksi kedua mereka pun pulang dengan tangan hampa dan diberi janji akan dibayar.
"Sudah 2 bulan gaji kami tersendat ditambah lagi THR kami juga belum jelas,” ujar wanita yang sudah 10 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam itu.
Perempuan tersebut mengaku terpaksa membatalkan membeli baju lebaran. Begitu juga menu puasa pun ia sediakan seadanya.
"Karena gaji belum keluar, saya terpaksa beli makanan seadanya, seminggu ini cuman bisa beli indomie,” kata wanita tersebut.
Bekerja 10 tahun bukanlah waktu yang singkat, sudah hampir seluruh Batam Ia bersihkan jalan-jalan, parit dan taman. Pekerjaan tersebut ia lakukan dengan ikhlas untuk membeli keperluan anak-anaknya.
"Sekarang pengen banget mau beli baju lebaram buat anak-anak saya tapi kalau keadaan kayak gini udah nggak bisa beli lagi, kasian anak-anak saya,” kata wanita tersebut.
Sejumlah petugas kebersihan saat ditanyai menjawan hal serupa. Mereka dilarang berkomentar macam-macam. Namun para pekerja tersebut enggan memberitahu siapa yang menyampaikan ancaman tersebut.
[ret]
Komentar Via Facebook :