Bukit dan Hutan Dam Sei Ladi Digunduli, Air Baku Makin Kritis!

Bukit dan Hutan Dam Sei Ladi Digunduli, Air Baku Makin Kritis!

Kerusakan bukit dan hutan dam Sei Ladi tampak jelas dari tepi jalan di Baloi, Lubuk Baja. (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Stok air baku di dam Sei Ladi, Baloi, Batam Kepulauan Riau, makin kritis. Sejak sekitar 6 bulan lalu, stok air baku di dam tersebut terus menyusut.

Pantauan batamnews.co.id, tampak dam sudah cukup jauh berkurang sekitar 2 meter. Belakangan air di dam tersebut juga terlihat terus menyusut.

Tampak di sisi-sisi dam, tepian dam atau waduk yang dahulunya tergenang air kini mengering. Di alat pengukuran juga tampak terus turun beberapa meter.

Usut punya usut, ternyata di atas dam Sei Ladi, saat ini tengah berlangsung aktivitas pemotongan bukit. 

 

Bukit dam Sei Ladi yang dipotong. (Foto: Edo/Batamnews)

 

Berhektare-hektare lahan persis di atas dam tampak cerukan-cerukan alat berat menebas bukit dan hutan-hutan di daerah kawasan tangkapan dan resapan air.

“Penyusutannya kurang tahu berapa, tapi dampak dari pembabatan hutan di samping ada pengaruhnya kepada penyerapan air," ujar seorang petugas di instalasi pengolahan air dam Sei Ladi.

Tidak diketahui apa kepentingan pemotongan bukit dan penebangan hutan di sekitar bukit itu. Namun yang pasti, bebatuan besar dan bukit tersebut nyaris rata.

Lokasi pemotongan itu bersebelahan dengan Rumah Duka Marga Tionghoa Baloi. Saat ini aktivitas alat berat masih berlangsung. 

Pemotongan dan penebangan hutan itu sudah berlangsung sekitar setahun lalu. 

Sekitar enam bulan lalu, kawasan Kecamatan Sekupang sempat mendapatkan jatah penggiliran pasokan air ke ribuan pelanggan PT Adhya Tirta Batam. 

Suplai bergilir itu dampak dari terus turunnya stok air baku di dam Sei ladi dan dam Sei Harapan Sekupang. 

Beberapa waktu lalu pihak ATB menuturkan, bukan tidak mungkin penggiliran atau rationing air bersih ke pelanggan akan dilakukan bila stok air baku terus menyusut.

Saat ini sejumlah dam di Batam juga mengalami penyusutan. Hal itu diduga dampak dari kerusakan lingkungan yang cukup parah yang terjadi di Batam.

 

[edo]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :