Pengrusakan Lingkungan di Batam Semakin Ganas!

Pengrusakan Lingkungan di Batam Semakin Ganas!

Aktivitas mobil pengangkut tanah hasil pemotongan bukit untuk penimbunan pantai di Batam yang berlangsung hingga tengah malam di Baloi. (Foto: Ist/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Karimun - Aktivitas pemotongan bukit dan reklamasi di Batam Kepulauan Riau semakin mengganas. Pekerjaan terus dikebut hingga malam dan subuh. 

Diduga pekerjaan sejumlah tempat itu sengaja dikebut menjelang pengumuman hasil dari Tim 9 Pemko Batam yang menyelidiki mengenai aktivitas pengrusakan lingkungan di Batam yang kian meresahkan.

Bahkan kasus terbaru di Tanjung Buntung, Bengkong, warga nyaris bentrok dengan orang-orang suruhan pengusaha pemotongan bukit, Abi. 

Bentrokan berhasil diredam aparat kepolisian. Saat ini bukit yang dahulunya dikenal sebagai hutan lindung habis dikeruk.

Bentuknya pun sudah tak menentu. Rusak parah. “Sekarang kerja sampai malam,” ujar seorang warga, Selasa (10/5/2016).

Aktivitas serupa juga terlihat di Batam Centre. Truk-truk tanah dari Baloi tampak bersiliweran pada malam hari.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain juga mensinyalir, aktivitas pemotongan bukit dan penimbunan kawasan pantai, kini berlangsung hingga malam hari.

“Bakau ditimbun hingga malam hari,” ujar Yudi. Yudi menuturkan, selama ini aktivitas pemotongan bukit dan reklamasi tak ada manfaat bagi kota Batam.

Menurutnya, aktivitas itu hanya untuk kepentingan pengusaha semata. “Pemasukan ke daerah nyaris tidak ada dari retribusi maupun dari sisi lainnya,” ujar dia. 

Anehnya, sejauh ini tak ada satupun penindakan dari aparat penegak hukum. Begitu juga dari pihak berwenang Bapedal Kota Batam.

Padahal aktivitas ini sudah berlangsung sudah cukup lama.

 

[snw]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :