Ayah Silviana Terpaksa Bayar Rp 1,4 Juta untuk Buat KTP dan KK Batam

Ayah Silviana Terpaksa Bayar Rp 1,4 Juta untuk Buat KTP dan KK Batam

Silviana dan ayahnya, Suparman di depan rumah mereka. (foto: ret/batamnews)

Indrawan


BATAMNEWS.CO.ID Batam - Silviana (15), siswi Kelas I SMK Multistudi High School (MHS) Batam di Batuampar, terancam tak bisa melanjutkan sekolahnya. Padahal, ia bercita-cita memperbaiki kondisi keluarganya. Siswi itu menungggak uang sekolah hingga Rp 5 juta.

Uang SPP hingga biaya lainnya sudah selama 5 bulan tak terbayar. Silvia memang berasal dari keluarga tak mampu. Ayahnya hanya berjualan jajanan cimol keliling, sedangkan ibunya, Ade Kusmiati, buruh cuci terkadang juga menyetrika.

"Saya tau saya nunggak, tapi saya bisa apa? Cuma bisa minta sama orangtua. Kalau saya enggak sekolah gimana nanti nasib saya ke depannya, biar nggak sama seperti bapak sekarang ini, jualan keliling,” ujar gadis yang disapa Silvia saat ditemui Batamnews.co.id di ruli Baloi Kolam, Baloi, Batam, Sabtu (7/5/2016).

Ayah Silvi, Suparman mengatakan sudah tiga tahun di Batam sampai saat ini tidak mempunyai KTP dan KK Batam. Ia masih menunggu surat pindah dari Dusun Luwi Panjang, Cibaduyut, Jawa Barat.

Surat pindah yang ditunggu-tunggunya tidak kunjung selesai hingga saat ini. Ia mempercayakan surat pindah untuk diurus tetangga ketika mereka masih tinggal di Dusun Luwi Panjang.

"Sudah saya titip sama tetangga saya waktu di kampung kata dia sudah dikirim lewat pos tapi sampai sekarang belum sampai-sampai juga," ujar Suparman.

Pria 51 tahun ini mengaku bingung karena karena untuk pulang kampung mengurus sendiri tidak mempunyai ongkos.

"Karna anak saya sudah nunggak uang sekolah, istri saya berinisiatif untuk bekerja di Singapura jadi harus ngurus KTP dan KK dulu makanya saya ngurus lewat RT di sini," jelasnya.

Pengurusan KTP dan KK membutuhkan biaya Rp 1,4 juta dan sudah dibayarkan Suparman. "Sudah saya serahkan semuanya, dua minggu yang lalu. Bapak itu pesan nanti saya sms kalau mau foto," kata Suparman.

Ia hanya berharap KTP dan KK mereka segera selesai sehingga istrinya dapat pergi bekerja ke Singapura.

Suparman dan keluarga tinggal di ruli Baloi kolam. Pekerjaannya sebagai penjual cimol tidak dapat menutupi biaya keluarganya sehingga putri pertamanya, Silviana terancam nyaris putus sekolah karena tidak ada biaya.

(ret)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :