Tangan Terbuka Warga Sambut Mahasiswa KKN STAIN Kepri di Desa Dendun
Kebersamaan mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepri di depan salah satu rumah warga Desa Dendun usai seremoni penyambutan di Balai Desa, Selasa (21/7/2026). Selama 40 hari ke depan, mereka akan mengabdikan diri melalui delapan program kerja di bidang pendidikan, ekonomi, agama, serta sosial dan lingkungan.
Bintan, Batamnews — Suasana Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, tampak berbeda pada Selasa, 21 Juli 2026. Bukan hanya rapat rutin yang berlangsung, melainkan gelaran syukuran menyambut kedatangan putra-putri daerah yang akan mengabdi.
Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau resmi diterima oleh Pemerintah Desa dan segenap masyarakat setempat.
Penyambutan yang berlangsung khidmat itu menandai dimulainya masa tugas pengabdian selama 40 hari ke depan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Dendun, Eva Riana, S.H., jajaran perangkat desa, Ketua RT/RW, hingga para tokoh masyarakat dan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Amrul Luthfi, M.Pd.I.
Baca juga: Tembus Rp1,017 Triliun! Begini Rancangan Belanja Daerah Bintan di APBD 2027
Dalam sambutannya, Kepala Desa Eva Riana menyampaikan rasa bangga dan terbuka atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Dendun sebagai lokasi KKN.
"Kami menerima adik-adik mahasiswa dengan tangan terbuka. Kehadiran mereka adalah kehormatan bagi kami, sekaligus jembatan untuk memajukan desa melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan," ujar Eva di hadapan para hadirin.
Ia berharap, kehadiran para mahasiswa tak sekadar formalitas, melainkan mampu menggerakkan perubahan. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan anak, penguatan kegiatan keagamaan, hingga pendampingan pelaku usaha kecil di desa.
Sementara itu, ketua rombongan KKN, Raihan Saputra, menjelaskan bahwa tahun ini STAIN Abdurrahman menerjunkan 25 kelompok ke berbagai wilayah di Kepri. Desa Dendun menjadi salah satu titik fokus di Kecamatan Gunung Kijang.
"Kami bersyukur bisa ditempatkan di sini. Ini bukan hanya tugas, tapi panggilan untuk memberi manfaat nyata bagi warga," tutur Raihan.
Raihan memaparkan, selama 40 hari, kelompoknya telah menyiapkan 8 program kerja di empat bidang utama: pendidikan, ekonomi, agama, serta sosial dan lingkungan.
Untuk bidang pendidikan, mereka menggelar bimbingan belajar dan motivasi cita-cita bagi anak-anak desa. Di sektor ekonomi, mahasiswa akan membantu pelaku UMKM mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pembuatan logo, dengan harapan usaha warga bisa naik kelas.
Pada sisi keagamaan, mereka menjadwalkan pengajaran TPQ, pelatihan hadroh, dan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini. Sedangkan di bidang lingkungan, mereka berencana memasang plang sampah terurai dan membuat denah desa untuk memudahkan warga dan pendatang mengenal wilayah Dendun.
Baca juga: 40 PNS Dilantik Bupati Bintan, Roby Kurniawan Tekankan Pentingnya Integritas ASN
"Kami mengajak seluruh warga untuk ikut serta. Karena keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab kami, tapi milik kita semua," pungkas Raihan.
Dengan sambutan hangat dan program yang terencana, warga Desa Dendun berharap kehadiran mahasiswa KKN kali ini tak sekadar berlalu, tetapi meninggalkan jejak manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan kampung halaman.

Komentar Via Facebook :