Tembus Rp1,017 Triliun! Begini Rancangan Belanja Daerah Bintan di APBD 2027
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bintan saat mendengarkan penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun 2027 oleh Bupati Roby Kurniawan. Rapat yang digelar di Bandar Seri Bentan pada Kamis (16/7) itu menjadi tahap awal pembahasan APBD yang akan menjadi pedoman pembangunan daerah tahun mendatang.
Bintan, Batamnews – Suasana ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bintan di Bandar Seri Bentan terasa khidmat, Kamis siang. Di hadapan para wakil rakyat, Bupati Bintan Roby Kurniawan resmi menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Anggaran 2027.
Ini bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi Roby, momen ini adalah awal dari perjalanan panjang memastikan uang negara benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Sebelum masuk ke angka-angka, ia terlebih dahulu menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota dewan.
Menurutnya, sinergi yang sudah terjalin antara eksekutif dan legislatif adalah kunci utama agar pembangunan di Bintan tidak berjalan di tempat.
Baca juga: Tiga Kandidat Rektor Unrika 2026 Bersaing, Pansel Jamin Proses Seleksi Bebas Intervensi
"Kolaborasi yang baik ini adalah modal kita bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Roby di hadapan para hadirin.
Ia menjelaskan, rancangan anggaran tahun depan tidak dibuat asal-asalan. Semua mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang sudah diselaraskan dengan kebijakan nasional. Untuk tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Bintan mengusung tema besar: "Meningkatkan Akselerasi Kesejahteraan Berbasis Produktivitas Ekonomi Unggulan, SDM Berkualitas, Lingkungan Lestari, dan Tata Kelola Inovatif."
Dari tema itu, ada empat prioritas utama yang akan dibidik. Pertama, mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Kedua, mendongkrak produktivitas ekonomi rakyat. Ketiga, menjaga kelestarian lingkungan. Keempat, memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih inovatif dan cepat melayani.
"Rancangan ini kita susun agar APBD nanti bisa efektif dan efisien. Semua kebijakan harus terasa manfaatnya oleh warga Bintan," tegasnya.
Lantas, kemana saja aliran dana akan difokuskan? Roby merinci, belanja daerah diprioritaskan untuk kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, ia juga menyoroti sektor-sektor produktif yang bisa membuka lapangan kerja, seperti pariwisata, perikanan, pertanian, hingga UMKM dan ekonomi kreatif. Tak lupa, program strategis seperti penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga pengendalian inflasi juga masuk dalam daftar prioritas.
Dari sisi angka, Bupati memaparkan proyeksi pendapatan daerah pada 2027 mencapai Rp992,8 miliar. Angka ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp368,4 miliar dan dana transfer dari pusat Rp624,3 miliar.
Sementara itu, kebutuhan belanja daerah diproyeksikan lebih tinggi, yaitu mencapai Rp1,017 triliun. Untuk menutup celah tersebut, pemerintah mengandalkan penerimaan pembiayaan sebesar Rp24,8 miliar.
Di akhir sambutannya, Roby berharap semua dokumen ini bisa dibahas bersama DPRD secara konstruktif.
"Mari kita kawal bersama agar anggaran ini tepat sasaran dan mendorong percepatan pembangunan," pintanya.
Baca juga: Kejagung Luruskan Status Febrie Adriansyah: Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti, langsung menyambut baik paparan tersebut. Ia memastikan fraksi-fraksi di DPRD akan mengkaji rancangan ini dengan cermat dan objektif.
"Kami berkomitmen untuk membahas ini dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Kami tidak ingin APBD yang disepakati nanti hanya menjadi angka, tapi benar-benar menjawab kebutuhan riil warga Bintan," ujar Fiven tegas.
Dengan penyampaian ini, proses pembahasan APBD 2027 resmi dimulai. Kini, semua mata tertuju pada meja pembahasan antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan rencana besar itu bisa terwujud.

Komentar Via Facebook :